Selasa, 14 April 2026

Cabai Naik Lebih 100 Persen, Pedagang Pasar Ciputat Ngeluh

Pedagang sayur di Pasar Ciputat, Tangsel, Rois, mengaku harga cabai keriting dan naik hingga lebih dari 100 persen.

Tribuntangerang.com
CABAI NAIK - Harga cabai di Pasar Ciputat melonjak lebih dari 100 persen hingga tembus Rp90-95 ribu per kilogram, membuat pedagang sayur dan pedagang makanan rumahan mengeluhkan turunnya daya beli dan anjloknya omzet, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Lonjakan harga cabai kembali terjadi menjelang momentum akhir tahun.

Pedagang sayur di Pasar Ciputat, Tangsel, Rois, mengaku harga cabai keriting dan naik hingga lebih dari 100 persen.

Menurut Rois, harga cabai keriting kini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai rawit tembus Rp90–95 ribu untuk kualitas bagus. 

“Iya naik. Kalau lagi normal itu rawit di kisaran 45-50 ribu, kalau keriting 30–35 ribu,” ujar Rois saat ditemui di Pasar Ciputat, Tangsel, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan kenaikan harga dipicu pasokan cabai yang menurun.

“Itu mungkin kalau nggak ada barang, atau barang telat. Sekarang di Sumatera ada bencana, kan rawit banyak pengiriman dari daerah situ, jadi imbasnya ke kita,” katanya.

Selain itu, cuaca ekstrem disebut turut memperburuk kondisi distribusi.

Rois menambahkan, kenaikan harga menjelang hari besar seperti tahun baru memang kerap terjadi.

"Momentum kebanyakan. Kalau yang musim-musiman itu biasanya cuma sesaat, sehari dua hari turun lagi. Ini tahun baru rawit bisa sampai 100 ribu lebih. Tahun baru kemarin aja sampai 120 ribu,” ungkapnya.

Baca juga: Cabai di Tangerang Tembus Rp120.000 Per Kilo Jelang Nataru, Bencana Sumatera Jadi Salah Satu Pemicu

Dengan pola itu, ia memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik.

"Iya, naik lagi,” kata Rois.

Kenaikan harga tersebut berdampak besar pada penjualan pedagang.

"Daya belinya jadi kurang. Biasanya pedagang-pedagang itu ngambilnya lebih dari 1 kilo, sekarang cuma 1 kilo doang,” ujarnya. 

Akibatnya, omzet pun menurun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved