Tangerang Selatan Darurat Sampah, Material Recovery Facility Jadi Solusi Sementara
Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) sebagai solusi transisi pengolahan sampah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- MRF jadi solusi sementara darurat sampah. Pemkot Tangerang Selatan membangun Material Recovery Facility (MRF) sebagai pengolahan transisi sambil menunggu rampungnya fasilitas PSEL.
- Langkah jangka panjang siapkan PSEL. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut PSEL diproyeksikan menjadi solusi permanen, saat ini masih tahap penyesuaian regulasi Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
- Warga diimbau tidak buang sampah sembarangan. Pemkot meminta dukungan masyarakat.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT- Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) sebagai solusi transisi pengolahan sampah sembari menunggu rampungnya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Diketahui, dalam sepekan persoalan sampah masih menghantui warga Tangsel.
Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik dan bahkan harus ditutup terpal di pinggir jalan.
Kondisi ini terjadi akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang ditutup sementara karena kapasitasnya telah penuh.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan persampahan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah masa penyesuaian sistem.
“Kami melakukan pembangunan fasilitas MRF sebagai metode pengolahan sampah sementara hingga PSEL rampung, penutupan Landfill 3 dengan geomembran, dan kembali melakukan pembebasan lahan baru,” ujar Pilar dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).
Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Solusi Jangka Panjang
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Tangsel tengah mempersiapkan fasilitas PSEL yang ditargetkan menjadi solusi permanen permasalahan sampah.
Saat ini, lanjut Pilar, proses tersebut masih dalam tahap penyesuaian regulasi.
"Sedangkan jangka panjangnya kami sedang mempersiapkan fasilitas PSEL yang akan menyelesaikan permasalahan sampah secara permanen, yang saat ini sedang disesuaikan dengan Perpres terbaru Nomor 109 Tahun 2025 yang menggantikan Perpres 35 Tahun 2018,” lanjutnya.
Pilar berterima kasih kepada masyarakat yang telah turut membantu penanganan sampah di lingkungan masing-masing.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, dan warga yang bersama-sama turut membantu menangani sampah yang timbul,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memperburuk kondisi dengan membuang sampah sembarangan.
"Kami berharap dengan adanya kondisi ini, tidak diperparah oleh pihak-pihak tertentu untuk membuang sampah sembarangan,” tambahnya.
| Pilar Saga Pastikan Sampah Lama di Cipeucang Tangsel Akan Diolah, Bukan Dipindah |
|
|---|
| Pilar Saga Ichsan Ingatkan Petugas Haji Jaga Fisik, Jangan Sampai Jemaah Terlantar |
|
|---|
| Banjir Setinggi 2 Meter Masih Terjadi di Keranggan Tangsel, Warga Soroti Penyempitan Kali |
|
|---|
| Pemkot Tangsel Janji Normalisasi Buntut Banjir Rendam Pemukiman Warga di Kranggan Setu |
|
|---|
| Pilar Saga Ichsan Ungkap Penyebabnya Banjir Setinggi 2 Meter Hantui Warga Keranggan Tangsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah7.jpg)