Gundukan Sampah Mulai 'Hiasi' Troatar Menuju DPRD Tangerang Selatan
Alih-alih menjadi jalur nyaman bagi pejalan kaki, trotoar di sepanjang jalan menuju Gedung DPRD justru dipenuhi gundukan sampah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Trotoar menuju DPRD Tangsel dipenuhi sampah. Gundukan sampah plastik dan sisa makanan menutup trotoar di Setu, menghambat pejalan kaki, menimbulkan bau tak sedap, serta cairan hitam saat hujan.
- Warga keluhkan kenyamanan dan kesehatan. Sampah disebut semakin banyak di hampir setiap titik, membuat warga enggan berjalan kaki dan khawatir berdampak buruk bagi kebersihan lingkungan.
- TPA Cipeucang penuh, Pemkot siapkan solusi. Penumpukan terjadi akibat penutupan sementara TPA Cipeucang.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Alih-alih menjadi jalur nyaman bagi pejalan kaki, trotoar di sepanjang jalan menuju Gedung DPRD justru dipenuhi gundukan sampah yang dibiarkan menumpuk dan berserakan.
Pantauan TribunTangerang.com di sepanjang trotoar pinggir jalan menuju Gedung DPRD Tangsel, Setu, Kota Tangerang Selatan, terlihat sejumlah gundukan sampah yang dibiarkan menumpuk.
Sampah-sampah tersebut terdiri dari plastik, sisa makanan, dan material lainnya yang berserakan di atas trotoar.
Hambat Akses Pejalan Kaki
Keberadaan gundukan sampah ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menghambat akses pejalan kaki.
Selain menimbulkan bau tak sedap, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit, terutama saat cuaca panas dan hujan.
Rini Rosmini, salah seorang warga, mengatakan jumlah sampah semakin banyak dan tersebar di hampir setiap titik.
“Ini semakin banyak, setiap lima langkah sudah ada gundukan sampah. Mau jalan kaki juga malas karena sampahnya banyak banget, hampir nutupin trotoar,” ujar Rini Rosmini saat ditemui TribunTangerang.com, Setu, Tangsel, Kamis (11/12/2025).
Selain mengganggu akses pejalan kaki, menurut Rini, sampah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap. Kondisi semakin parah saat hujan turun.
"Udah mah bau, terus pas hujan kayak gini cairan hitam mengalir dan bikin nggak nyaman sekali jalannya,” tambah Rini.
Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk membersihkan sampah dan melakukan pengelolaan yang lebih baik agar trotoar kembali aman dan nyaman digunakan.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) sebagai solusi transisi pengolahan sampah sembari menunggu rampungnya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
TPA Cipeucang Penuh
Diketahui, dalam sepekan persoalan sampah masih menghantui warga Tangsel. Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik dan bahkan harus ditutup terpal di pinggir jalan.
Kondisi ini terjadi akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang ditutup sementara karena kapasitasnya telah penuh.
| Pengiriman Perdana Dimulai, Sampah Tangsel Kini Masuk TPA Cilowong Serang |
|
|---|
| Bukan Sampah Lama dari TPA Cipeucang, Ini yang Dikirim Tangsel ke Cilowong Serang |
|
|---|
| Hadapi Malam Tahun Baru, Pemkot Tangsel Siagakan Seluruh Armada Antisipasi Lonjakan Sampah |
|
|---|
| 500 Ton Sampah per Hari Dibuang ke Cilowong Serang, Pemkot Tangsel Siapkan Kompensasi |
|
|---|
| Krisis Sampah, Mahasiswa UMJ Ultimatum DLH Tangsel, Siapkan Aksi Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah11.jpg)