Jolly Craft Wisata Belanja Sekaligus Belajar Anyaman di Tangsel

Bagi sebagian orang, berbelanja hanyalah soal memilih barang dan membawanya pulang.

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
BELANJA SEMBARI BELAJAR- Jolly Craft di Pasar Gintung, Tangerang Selatan, menghadirkan wisata kreatif yang memadukan belanja tas anyaman ramah lingkungan dengan pengalaman belajar menganyam langsung, sekaligus memberdayakan warga lokal hingga diminati pasar mancanegara, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Ringkasan Berita:
  • Jolly Craft di Pasar Gintung menawarkan tas anyaman plastik daur ulang sekaligus wisata kreatif belajar menganyam.
  • Mayoritas pelanggan warga Jepang, termasuk kelas private untuk mengenal proses anyaman Indonesia.
  • Memberdayakan ibu rumah tangga Tangsel dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan dan harga produk Rp25 ribu–Rp300 ribu.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR- Bagi sebagian orang, berbelanja hanyalah soal memilih barang dan membawanya pulang.

Namun di sebuah sudut Pasar Gintung, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan pengalaman itu berubah menjadi perjalanan mengenal tradisi. 

Di balik gulungan tali plastik berwarna dan tangan-tangan terampil yang sibuk menganyam, pengunjung tak hanya menemukan tas unik, tetapi juga cerita tentang warisan keluarga, kreativitas, dan semangat pemberdayaan warga lokal. 

Destinasi Wisata Kreatif

Di tempat inilah Jolly Craft hadir sebagai destinasi wisata kreatif, menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus belajar langsung proses anyaman khas Indonesia di Tangsel.

Pemilik Jolly Craft, Yuliani, membuka ceritanya memperkenalkan diri dan usaha yang telah dirintisnya hampir tiga tahun terakhir di Pasar Gintung.

"Jolly Craft menyediakan tas anyaman plastik dan gulungan yang memiliki tekstur tebal, halus, washable, durable, dan pastinya fashionable. Toko kami ada di Pasar Gintung, pusat oleh-oleh Tangsel, dan di sini sudah hampir tiga tahun,” ujar Yuliani kepada TribunTangerang.com, Jumat (2/2/2026).

Yuliani menuturkan, keterampilan menganyam bukanlah hal baru dalam hidupnya. Keahlian tersebut ia pelajari sejak kecil dari lingkungan keluarga.

“Saya mulai belajar menganyam itu tahun 2017, tapi sebenarnya dasarnya sudah dari kecil karena keluarga kami tukang anyam. Dulu di kampung halaman, kami nganyam bambu untuk peralatan masak. Waktu kecil sering lihat nenek dan keluarga nganyam,” ucap wanita berhijab itu.

Saat dewasa dan bekerja di Jakarta, Yuliani melihat peluang besar untuk mengembangkan anyaman menjadi produk yang lebih modern.

“Saya lihat potensi anyaman itu bagus di Jakarta. Akhirnya saya berpikir, gimana caranya produk anyaman ini bisa lebih modern, lebih awet, dan durable. Dari situ saya coba berinovasi bikin tas dari anyaman,” jelasnya sambil tersenyum.

Diminati Warga Asing

Tanpa disangka, produk Jolly Craft justru banyak diminati warga negara asing, khususnya Jepang yang tinggal di Jakarta.

“Alhamdulillah market-nya ada. Sekitar 80 persen customer kami itu warga negara Jepang yang tinggal di Jakarta. Awalnya kami ikut bazar komunitas mereka, dari situ mereka kenal dan terus berhubungan dengan kami,” tutur Yuliani.

Tak hanya membeli produk, para pelanggan asing juga tertarik mempelajari proses pembuatannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved