Kamis, 30 April 2026

Masalah Sampah di Tangsel

Ditutup Terpal dan Dipagar, Sampah di Sekitar Pasar Cimanggis Tangsel Kembali Menumpuk

Ia mengatakan sampah memang sudah diangkut, namun volumenya kembali bertambah dalam waktu singkat. 

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
SAMPAH PASAR CIMANGGIS - area bekas tumpukan sampah di Pasar Cimanggis kini ditutup terpal dan pagar serta dilengkapi spanduk larangan membuang sampah, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Tumpukan sampah di di Jalan Otista
Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten telah beberapa kali diangkut petugas kebersihan.

Pantauan TribunTangerang.com, sebagian area bekas tumpukan sampah di Pasar Cimanggis mulai ditutup menggunakan terpal dan pagar. 

Pada terpal berwarna biru tersebut terpasang spanduk peringatan bertuliskan, “Dilarang keras membuang sampah di area ini. Bukan tempat sampah umum, khusus sampah pedagang,” yang di bagian bawahnya tercantum keterangan Pengurus Pasar Cimanggis.

Melihat pemandangan itu, Awaludin, warga sekitar menilai langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan, karena sampah terus kembali menumpuk.

Ia mengatakan sampah memang sudah diangkut, namun volumenya kembali bertambah dalam waktu singkat. 

Ia menyebut, sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari pasar, melainkan dari berbagai wilayah luar.

“Udah diangkutin, tapi barusan udah banyak lagi. Besoknya juga banyak lagi. Ini sampah dari mana-mana aja, bukan sampah pasar,” ujar Udin.

Menurutnya, penutupan area tumpukan sampah dengan terpal dan pagar tidak akan efektif jika tidak disertai penyediaan bak atau tong sampah permanen. 

Ia menilai, ketiadaan tempat pembuangan membuat masyarakat membuang sampah sembarangan, terutama di jalan utama yang ramai dilalui kendaraan.

“Harusnya mah ditaro bak sampah, terutama di Pasar Cimanggis. Kalau ada bak, orang buang ke situ. Kalau nggak ada, ya dilempar aja terus habis itu pergi,” ujar lelaki yang akrab disapa Udin.

Udin menyebut, volume sampah pada malam hari biasanya jauh lebih banyak. Bahkan, ia memperkirakan tiga mobil pengangkut sampah tidak akan cukup untuk mengangkut seluruh sampah yang kembali menumpuk.

“Ini sampah belum seberapa, nanti malam mah lebih dari segitu. Tiga mobil juga nggak kebawa,” ucapnya.

Hal senada disampaikan warga bernama Sodiqin. Ia mengatakan, penutupan lokasi tumpukan sampah memang perlu dilakukan agar sampah tidak semakin banyak.

Namun, kebijakan tersebut justru memindahkan titik pembuangan ke lokasi lain.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved