Senin, 4 Mei 2026

Wali Kota Tangsel Kutuk Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru di Rawabuntu

Benyamin Davnie, mengecam keras dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap sejumlah murid di salah satu SD di Rawabuntu.

Tayang:
TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico
Benyamin Davnie menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait pembatalan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah kepemimpinannya, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengecam keras dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap sejumlah murid di salah satu Sekolah Dasar Negeri di kawasan Rawabuntu.

Benyamin menegaskan tindakan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap dunia pendidikan dan menuntut sanksi administratif berat hingga pemecatan bagi pelaku.

"Iya mengutuk keras tindakan ini. Ini adalah perbuatan yang sangat keji dilakukan di lingkungan pendidikan. Saya sudah instruksikan untuk memberikan sanksi paling tegas sesuai aturan kepegawaian, dan kita pastikan yang bersangkutan tidak lagi memiliki tempat di lingkungan sekolah kita," ujar Benyamin dalam keterangan yang diterima TribunTangerang.com, Selasa (20/1/2026).

Benyamin memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mendukung penuh langkah kepolisian untuk memproses hukum pelaku hingga tuntas.

Ia meminta aparat penegak hukum memberikan keadilan bagi para korban agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan sekolah.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Saya minta kasus ini diproses seadil-adilnya. Kami akan kawal sampai tuntas agar para korban mendapatkan keadilan yang layak," tambahnya.

Menindaklanjuti kejadian ini, Wali Kota dua periode itu memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan untuk melakukan audit sistem pengawasan di seluruh sekolah.

Evaluasi berkala terhadap rekam jejak tenaga pendidik juga dituntut agar fungsi guru sebagai pelindung siswa dapat pulih.

"Saya instruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengaudit sistem pengawasan di seluruh sekolah. Pastikan setiap sudut sekolah terpantau dan tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan menyimpang. Saya ingin ada evaluasi berkala terhadap rekam jejak dan perilaku tenaga pendidik kita," tegas Benyamin.

Baca juga: Oknum Guru SD Tangsel Kerap Dokumentasikan Dugaan Pelecehan, Polisi Sita Ponsel

Selain langkah preventif, Benyamin menjamin para korban akan mendapatkan pendampingan psikis intensif dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tangerang Selatan

Ia menekankan pentingnya pemulihan trauma bagi masa depan anak-anak yang terdampak.

"Fokus kami adalah masa depan anak-anak. UPTD PPA akan mendampingi secara berkala, termasuk mengawal proses hukum agar anak-anak tetap merasa terlindungi selama proses ini berjalan," lanjutnya.

Wali Kota juga mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di rumah sebagai bentuk deteksi dini tindakan penyimpangan.

"Orang tua juga harus ikut andil, harus lebih peka jika melihat perubahan perilaku pada anak. Komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua, dan sekolah adalah kunci agar segala bentuk penyimpangan bisa kita deteksi dan cegah sedini mungkin," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved