Sabtu, 9 Mei 2026

Kisah Inspiratif

Jerry Hermawan Lo Tuangkan Perjalanan dari Kerja Serabutan ke Pengusaha dalam Buku

Pengalaman itu kini ia bagikan melalui sebuah buku yang ditujukan bagi generasi penerus yaitu The Art of Simple Leadership.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PERJALANAN HIDUP - Pengusaha Jerry Hermawan Lo membagikan perjalanan hidupnya dari kerja serabutan dan jual sabun colek hingga membangun ribuan lapangan kerja melalui buku The Art of Simple Leadership sebagai inspirasi bagi generasi muda.(TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, KELAPA DUA - Pengusaha Jerry Hermawan Lo membagikan kisah perjalanan hidupnya yang kini dituangkan dalam sebuah buku untuk generasi penerus.

Perjalanan hidupnya bukan dari kemewahan atau modal besar. Jerry justru memulai langkah hidupnya dari pekerjaan serabutan setelah merantau ke Jakarta pada usia 14 tahun.

Pengalaman itu kini ia bagikan melalui sebuah buku yang ditujukan bagi generasi penerus yaitu The Art of Simple Leadership.

Menurut Jerry, buku tersebut menjadi cara dirinya meninggalkan nilai-nilai kehidupan, kepemimpinan, dan pengalaman membangun usaha kepada masyarakat, terutama anak muda. 

“Tujuannya adalah untuk generasi penerus supaya saya dapat meninggalkan bagaimana hidup di masyarakat, memimpin perusahaan, dan menginspirasi anak-anak muda,” ujar Jerry, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

Ia mengatakan proses penulisan buku berjalan alami karena seluruh isi berasal dari pengalaman hidup nyata. 

Jerry menyebut dirinya hanya menceritakan perjalanan hidup, sementara tim penulis membantu merangkumnya menjadi naskah buku.

“Saya bukan penulis, saya cuma menceritakan. Jadi kawan-kawan yang sering datang sambil merekam pengalaman saya, mereka menanya, saya jawab, lalu dituangkan dalam draft,” katanya.

Baginya, tidak ada tantangan besar dalam proses penulisan karena cerita yang disampaikan bukan hasil rekaan. 

“Kalau hal yang real, yang sehari-hari kita jalanin, saya rasa enggak ada tantangan,” ujarnya.

Jerry kemudian mengenang masa awal kehidupannya di Jakarta. Di usia muda, ia hidup sederhana dan bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan. Dari pekerjaan itu, ia belajar memahami pelanggan dan cara membangun relasi dengan orang lain.

“Jadi sales (minyak tanah). Lantas saya di perusahaan tersebut banyak belajar tentang bagaimana cara menjual, berinteraksi kepada manusia, berinteraksi kepada customer,” tuturnya.

Meski demikian, Jerry merasa tidak puas hanya menjadi pekerja. Ia mulai menabung penghasilannya sambil mempelajari kebutuhan masyarakat melalui pengalamannya berkeliling pasar saat menjual baterai.

“Dulu saya jualnya batu baterai, jadi sering ke pasar-pasar. Saya lihat masyarakat butuh sabun colek,” katanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved