Ringankan Beban Orang Tua, Tangsel Anggarkan Seragam Sekolah Gratis
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menganggarkan bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP negeri tahun 2026.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SETU - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menganggarkan bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP negeri tahun 2026.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan kebijakan tersebut dihadirkan untuk membantu meringankan beban orang tua di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Pilar menjelaskan bantuan seragam akan diberikan kepada siswa kelas 1 SD, kelas 4 SD, dan kelas 7 SMP. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang memiliki anak usia sekolah.
Menurutnya, bantuan yang diberikan pada tahap awal mencakup seragam batik sekolah dan pakaian olahraga. Sementara untuk seragam putih merah dan putih biru, pemerintah daerah masih menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Untuk baju putih ya mudah-mudahan ke depan APBD bisa menyesuaikan sehingga kita bisa menganggarkan. Tapi ini sudah mulai di baju batik dan baju olahraga untuk meringankan orang tua,” kata Pilar, Setu, Tangsel, Kamis (4/6/2026).
Ia menuturkan, kebijakan tersebut lahir setelah banyak berdiskusi dengan masyarakat dan mendengar berbagai keluhan terkait kebutuhan pendidikan anak.
Meski sekolah negeri tidak memungut biaya pendidikan, menurutnya, kebutuhan perlengkapan sekolah tetap menjadi pengeluaran yang harus disiapkan orang tua.
“Orang tua kami tahu juga mereka secara ekonomis sedang struggle lah. Ini yang kita berikan supaya memberikan solusi buat mereka. Mudah-mudahan manfaat ya,” ujarnya.
Baca juga: Orangtua Mulai Berburu Seragam Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru di Pasar Ciputat Kota Tangsel
Pilar mengatakan respons masyarakat terhadap program bantuan seragam cukup positif. Banyak orang tua menyambut baik langkah pemerintah yang mulai memberikan bantuan kebutuhan sekolah secara langsung kepada siswa.
“Alhamdulillah sambutannya sangat antusias ya. Jadi untuk baju batik, kan itu khas ya tiap sekolah. Untuk baju olahraga kita sediakan free dari APBD,” ucapnya.
Ia menjelaskan program tersebut didanai melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan. Anggaran Bosda kemudian dialokasikan untuk mendukung pengadaan seragam bagi siswa penerima manfaat.
“Jadi bentuknya Bosda yang disediakan oleh APBD Kota Tangerang Selatan. Nah ini yang Bosda Kota Tangerang Selatan kita alokasikan tambahan untuk seragam batik dan olahraga,” jelas Pilar.
Meski saat ini bantuan baru mencakup dua jenis seragam, Pilar memastikan pihaknya memiliki keinginan untuk memperluas cakupan bantuan apabila kondisi fiskal daerah memungkinkan pada tahun-tahun mendatang.
“Belum. Mudah-mudahan ke depan kalau anggarannya kita makin kuat lagi, APBD kita makin mantap lagi, mudah-mudahan kita bisa anggarkan lebih. Pengennya mah semuanya,” ujarnya.
| Pemkot Tangsel Alihkan 400 Guru Non-ASN ke Skema PJLP, Tegaskan Tak Ada Pengurangan Guru |
|
|---|
| Venue Porprov Banten 2026 di Tangsel 95 Persen Siap, 60 Cabor Sudah Pasti Bertanding |
|
|---|
| 17.315 Pegawai Pemkot Tangsel Dapat Gaji ke-13, Nilainya Tembus Rp51,5 Miliar |
|
|---|
| Pemkot Tangsel Ingatkan Panitia Kurban Soal Limbah, Ini Aturannya |
|
|---|
| PLN UID Banten Pastikan Pasokan Listrik Stabil untuk Pertumbuhan Data Center di Tangsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/SERAGAM-SEKOLAH-0374.jpg)