Jumat, 1 Mei 2026

Aksi Terorisme

Polisi Minta Empat Teroris MIT Poso Turun Gunung Serahkan Diri Usai Ali Kalora Tewas Ditembak

Polri meminta empat teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih buron, menyerahkan diri.

Tayang:
Editor: Yaspen Martinus
Kolase Kompas TV dan Wikipedia
Ali Ahmad alias Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, tewas dalam kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya Polda Sulawesi Tengah dari team Sogili-2, di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.00 WITA. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Polri meminta empat teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih buron, menyerahkan diri.

Hal itu menyusul tewasnya Ali Kalora, pimpinan MIT Poso, dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya.

Empat DPO teroris Poso yang masih menjadi buruan adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae Alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Baca juga: Muhammad Kece Dianiaya Tahanan Lain, Polri Bakal Evaluasi Pengawasan di Rutan Bareskrim

"Tentunya pelaku ini kemarin sudah ada enam DPO, sudah kita tangkap dua, tinggal empat."

"Kita berharap empat orang itu turun gunung menyerahkan diri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Namun demikian, kata Argo, jika para DPO MIT Poso tidak kunjung menyerahkan diri, maka aparat TNI-Polri akan terus memburu keempat buronan tersebut.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Tegaskan PDIP dan Jokowi Tak Ingin Jabatan Presiden Ditambah Jadi Tiga Periode

"Ini tugas TNI-Polri yang ada di sana dengan operasi Madago Raya nanti akan memburu dari empat ini," jelasnya.

Argo menuturkan, jenazah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan yang tewas dalam baku tembak, akan segera dimakamkan.

"Kemudian yang bersangkutan akan segera mungkin yang jenazah ini segera dikebumikan," ucapnya.

Baca juga: Soal Capres 2024, Sekjen PDIP: Megawati akan Berkontemplasi Mohon Petunjuk Tuhan

Kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya Polda Sulawesi Tengah dari team Sogili-2 dengan DPO teroris Poso, terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.00 WITA di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, dari insiden kontak tembak itu, dua DPO teroris Poso tewas, salah satunya adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora yang dikenal sebagai pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

"Akibat kontak tembak tersebut telah tertembak dua DPO teroris Poso atas nama Ali Ahmad alias Ali Kalora, dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama, dalam kondisi meninggal dunia di TKP," beber Rudy.

Baca juga: Orang yang Diduga Menganiaya Muhammad Kece Ternyata Irjen Napoleon Bonaparte

TKP kontak tembak itu berada kurang lebih 5 kilometer dari TKP pegunungan Desa Buana Sari, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

TKP tersebut tempat terjadinya baku tembak yang juga menewaskan DPO teroris atas nama Abu Alim alias Ambo, pada 17 Juli 2021.

Dari insiden baku tembak dengan Ali Kalora itu, Rudy mengatakan, Satgas Madago Raya mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik Ali Kalora.

Baca juga: Untuk Jadi Presiden dan Wapres Serta Menteri, PDIP Yakin Selalu Ada Campur Tangan yang di Atas

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved