Minggu, 10 Mei 2026

Aksi Terorisme

Polisi Minta Empat Teroris MIT Poso Turun Gunung Serahkan Diri Usai Ali Kalora Tewas Ditembak

Polri meminta empat teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih buron, menyerahkan diri.

Tayang:
Editor: Yaspen Martinus
Kolase Kompas TV dan Wikipedia
Ali Ahmad alias Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, tewas dalam kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya Polda Sulawesi Tengah dari team Sogili-2, di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.00 WITA. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Polri meminta empat teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masih buron, menyerahkan diri.

Hal itu menyusul tewasnya Ali Kalora, pimpinan MIT Poso, dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya.

Empat DPO teroris Poso yang masih menjadi buruan adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae Alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Baca juga: Muhammad Kece Dianiaya Tahanan Lain, Polri Bakal Evaluasi Pengawasan di Rutan Bareskrim

"Tentunya pelaku ini kemarin sudah ada enam DPO, sudah kita tangkap dua, tinggal empat."

"Kita berharap empat orang itu turun gunung menyerahkan diri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Namun demikian, kata Argo, jika para DPO MIT Poso tidak kunjung menyerahkan diri, maka aparat TNI-Polri akan terus memburu keempat buronan tersebut.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Tegaskan PDIP dan Jokowi Tak Ingin Jabatan Presiden Ditambah Jadi Tiga Periode

"Ini tugas TNI-Polri yang ada di sana dengan operasi Madago Raya nanti akan memburu dari empat ini," jelasnya.

Argo menuturkan, jenazah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan yang tewas dalam baku tembak, akan segera dimakamkan.

"Kemudian yang bersangkutan akan segera mungkin yang jenazah ini segera dikebumikan," ucapnya.

Baca juga: Soal Capres 2024, Sekjen PDIP: Megawati akan Berkontemplasi Mohon Petunjuk Tuhan

Kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya Polda Sulawesi Tengah dari team Sogili-2 dengan DPO teroris Poso, terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.00 WITA di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan, dari insiden kontak tembak itu, dua DPO teroris Poso tewas, salah satunya adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora yang dikenal sebagai pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

"Akibat kontak tembak tersebut telah tertembak dua DPO teroris Poso atas nama Ali Ahmad alias Ali Kalora, dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama, dalam kondisi meninggal dunia di TKP," beber Rudy.

Baca juga: Orang yang Diduga Menganiaya Muhammad Kece Ternyata Irjen Napoleon Bonaparte

TKP kontak tembak itu berada kurang lebih 5 kilometer dari TKP pegunungan Desa Buana Sari, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

TKP tersebut tempat terjadinya baku tembak yang juga menewaskan DPO teroris atas nama Abu Alim alias Ambo, pada 17 Juli 2021.

Dari insiden baku tembak dengan Ali Kalora itu, Rudy mengatakan, Satgas Madago Raya mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik Ali Kalora.

Baca juga: Untuk Jadi Presiden dan Wapres Serta Menteri, PDIP Yakin Selalu Ada Campur Tangan yang di Atas

"Barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16 diduga milik Ali Kalora."

"Dua buah ransel, satu buah bom tarik, satu buah bom bakar, dan lainnya," ungkap Rudy.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu mengungkapkan, dengan ditangkapnya 2 DPO teroris Poso ini, maka DPO teroris Poso yang masih dalam pencarian tim Satgas Madago Raya tersisa 4 orang.

Baca juga: Menko PMK: PTM Jangan Tunggu 100 Persen Peserta Didik Divaksin, Enggak Bakal Buka-buka Itu Sekolah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta masyarakat tetap tenang, terkait tewasnya pimpinan MIT Ali Kalora.

Ia mengatakan aparat akan mengumumkannya secara resmi dan memperlihatkan buktinya.

Mahfud MD mengatakan telah memegang bukti gambar terkait tewasnya Ali Kalora.

Baca juga: Masih Ada Waktu 12 Hari, Raja OTT KPK Yakin Jokowi Berpihak kepada 56 Pegawai yang Diberhentikan

Namun, ia enggan menyampaikannya ke publik.

"Nanti diumumkan resmi dan diperlihatkan buktinya oleh aparat," kata Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Sabtu (18/9/2021).

Mahfud MD menggambarkan Ali Kalora sebagai sosok buronan yang sadis, karena kerap menyembelih warga di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Kepala BMKG: Pantai Pacitan Berpotensi Dilanda Tsunami 28 Meter, Tiba di Darat dalam Waktu 29 Menit

Ia mengatakan, kini Ali Kalora telah tewas ditembak mati Densus 88 Antiteror bersama seorang anak buahnya.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng."

"Setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88."

Baca juga: Wamenkes: Orang Tua yang Tak Mau Divaksin Berarti Tidak Sayang Anak

"Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah."

"Masyarakat harap tenang," cuit Mahfud MD. (Igman Ibrahim/Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved