Breaking News:

Bandara

Dua Pekan Terakhir, 99 WNA Ditolak Masuk Ke Indonesia oleh Imigrasi melalui Bandara Soetta 

Menurut Kabid Tikim Bandara Soekarno-Hatta, Habiburrahmanada ada beberapa alasan para WNA tersebut ditolak masuk ke Indonesia.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG/GILBERT SEM SANDRO
Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebanyak 99 orang Warga Negara Asing (WNA) yang ingin masuk ke Indonesia ditolak oleh pihak Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kabid Tikim) Bandara Soekarno-Hatta, Habiburrahman mengatakan, 99 WNA yang masuk melalui bandara Soetta tersebut merupakan jumlah selama periode 29 November hingga 16 Desember 2021.

Puluhan WNA yang ditolak tersebut terdiri dari Pakistan berjumlah 18 orang, Nigeria 15 orang, Filipina 12 orang, Australia 4 Orang, 4 orang dari China dan puluhan lainnya terdiri dari beberapa negara.

"Sejak tanggal 29 November-16 Desember 2021, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta Tangerang telah melakukan penolakan masuk Indonesia kepada 99 WNA yang berasal dari beberapa negara," ujar Habiburrahman kepada awak media, Jumat (17/12/2021). 

"Diantaranya itu berasal dari Pakistan sebanyak 18 orang, Nigeria 15 orang, Filipina 12 orang, Australia 4 Orang, China 4 orang dan beberapa WNA dari berbagai negara," imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan para WNA tersebut ditolak masuk ke Indonesia.

Mulai dari tidak memiliki alasan dan tujuan yang jelas ke Indonesia, hingga tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 25 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Mereka yang tidak memenuhi kriteria berdasarkan SE Satgas Covid-19 sebanyak 6 WNA, 56 orang diantaranya karena tidak memiliki alasan dan tujuan yang jelas datang ke Indonesia, sesuai alasan keimigrasian," kata dia.

Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya

Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka

Kemudian untuk yang tidak memenuhi kriteria Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Diseasi 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu ada 30 orang.

"Dan untuk yang tidak memenuhi persyaratan SE Ditjen Imigrasi Nomor IMI-0270.GR.01.01 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Ditjen Imigrasi Nomor IMI-0269.GR.01.01 Tahun 2021, tentang Pembatasan Sementara Orang Asing yang Pernah Tinggal dan/atau mengunjungi wilayah beberapa negara tertentu untuk masuk wilayah Indonesia dalam rangka pencegahan penyebaran varian baru Covid-19 B.1.1.529, ada 7 WNA," jelasnya.

Atas penolakan masuk ke Indonesia tersebut ke 99 WNA negara itu langsung dideportasi untuk kembali ke negara asal mereka masing-masing.

"Kita langsung deportasi mereka semua dengan menggunakan maskapai yang sama saat membawa mereka tiba di Indonesia," pungkas Habiburrahman. (m28)

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved