Kriminal

Tempat Penimbunan Minyak Goreng Kemasan Digerebek, Barang Bukti 9.600 Liter Minyak Goreng Disita

Tempat penimbunan minyak goreng kemasan digerebek petugas Polresta Serang Kota di satu rumah di Perumahan BSD, Kecamatan Walantaka, Kota Serang

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Barang bukti kasus penimbunan minyak goreng dibongkar Polresta Serang Kota di satu rumah, Perumahan BSD, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, Selasa (22/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERANG - Tempat penimbunan minyak goreng kemasan digerebek petugas Polresta Serang Kota di satu rumah di Perumahan BSD, Kecamatan Walantaka, Kota Serang Banten, Selasa (22/2/2022) malam.

Kapolresta Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, penimbunan minyak goreng tersebut  terjadi saat minyak goreng kemasan langka di pasaran.

Menurut Maruli, ada dugaan pelaku usaha yang secara sadar, menyimpan atau menimbun barang kebutuhan pokok yang saat ini sedang langka yakni minyak goreng kemasan.

Dari penggerebekan lokasi penimbunan minyak goreng tersebut, polisi berhasil mengamankan 400 krat dan 400 boks kardus berisi ribuan botol minyak kemasan.

Setiap krat dan boks kardusnya berisi 12 botol minyak kemasan berukuran satu liter dari berbagai merk minyak goreng kemasan.

"Dengan demikian, jika ditotalkan ada 9.600 botol atau 9.600 liter minyak goreng kemasan dari berbagai macam merk yang berhasil kita amankan," kata Maruli Ahiles Hutapea kepada awak media, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Tipu Jual Minyak Goreng Murah, Pelaku Berhasil Raup Rp 1,6 Miliar

Baca juga: Jawa Barat Dapat Jatah 30 Juta Liter Minyak Goreng, Segera Dilakukan Pasar Murah

Barang bukti kasus penimbunan minyak goreng dibongkar Polresta Serang Kota di satu rumah, Perumahan BSD, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, Selasa (22/2/2022).
Barang bukti kasus penimbunan minyak goreng dibongkar Polresta Serang Kota di satu rumah, Perumahan BSD, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, Selasa (22/2/2022). (Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro)

Dia menjelaskan, penggerebekan lokasi penimbunan minyak kemasan tersebut bermula dari laporan masyarakat.

Masyarakat melaporkan bahwa ada satu rumah menjadi lokasi pemyimpanan minyak goreng kemasan.

Selanjutnya, laporan tersebut ditindaklanjuti dan diketahui bahwa rumah tersebut milik dua terduga pelaku yang merupakan pasangan suami istri, AH (44) dan RS (31).

"Informasi ini kita terima berawal dari laporan masyarakat yang selanjutnya kita dalami."

"Dan selanjutnya berhasil kita datangi  lokasi TKP untuk mengamankannya, yang merupakan rumah dari sepasang suami istri, yakni AH dan RS," ujarnya.

Menurutnya, pasangan suami istri tersebut mendapat minyak goreng dengan cara mencicil stok ketersediaan sedikit demi sedikit.

"Keduanya sehari-hari memang berdagang di Kota Serang, namun tidak dalam jumlah besar dan tidak menjual minyak goreng," katanya.

"Terdapat satu orang pelaku yang kita amankan, karena menimbun dari batas yang diizinkan. Namun hal ini masih terus kita dalami lebih lanjut dan masih dalam pemeriksaan penyidik," ujarnya.

Baca juga: Satgas Pangan Temukan 1,1 Kg Minyak Goreng di Gudang, Diduga Ada Praktik Penimbunan

Baca juga: Belasan Tahun Jualan di Pasar Slipi, Eli Baru Merasakan Minyak Goreng Hilang dari Distributor

Akibat perbuatannya, AH dan RS dijerat dengan Pasal 133 Undang-undang (UU) RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

Atau Pasal 107 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

"Kita akan mengancam UU perdagangan, pangan, dan UU perlindungan konsumen, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan atau denda Rp 150 miliar," kata Maruli Ahiles Hutapea. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved