Langkah Badan Siber dan Sandi Negara Antisipasi Serangan Siber Dibidang Terorisme dan Radikalisme

Berbagai langkah ditempuh oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna mengantisipasi serangan siber di bidang terorisme dan radikalime.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Kepala BSSN, Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian (tengah) dalam konferensi persnya di gedung BSSN, Depok, Jawa Barat, Senin (7/3/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Berbagai langkah ditempuh oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna mengantisipasi serangan siber di bidang terorisme dan radikalime.

Kepala BSSN, Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian menyebut pihaknya terus berupaya bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program literasi keamanan siber, sehingga dapat terbentuk budaya keamanan siber yang tangguh.

Ini dilakukan agar dapat membentengi masyarakat dari berbagai ancaman terorisme, radikalisme, dan disinformasi.

Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan ruang siber dengan baik, nyaman, aman, dan bertanggung jawab.

Baca juga: Ini Nilai Kompensasi Korban Teroris yang Diberikan LPSK, Mulai dari Rp 75 Juta

"BSSN menghimbau agar masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan  karena ruang siber menjadi salah satu media penyebaran dan perekrutan paham  terorisme dan radikalisme," ujarnya dalam konferensi pers di gedung BSSN, Depok, Jawa Barat, Senin (7/3/2022).

Lanjutnya, pihaknya juga berharap agar masyarakat bijaksana di dunia siber (dunia maya). 

Terutama dalam bersikap soal konflik dunia,  Rusia-Ukrania yang saat ini telah melibatkan penggunaan ruang dan potensi siber.

"Guna menyikapi hal tersebut maka aktifitas di ruang siber hendaknya selaras dengan sikap politik negara yang bebas aktif, netral tidak berpihak kepada siapapun. BSSN menghimbau kepada masyarakat dan komunitas siber untuk tidak ikut melakukan aktifitas yang mendukung salah satu pihak, agar 
Indonesia tidak terjebak dalam situasi konflik di ruang siber, serta tetap dapat menjunjung tinggi salah satu pilar Keamanan Siber yang sedang diperjuangkan di forum PBB yaitu “Responsible State Behaviour in Cyberspace”, katanya.

Baca juga: Sebanyak 46 Korban Terorisme di Jakarta Mendapat Kompensasi Total Rp 7,4 Miliar

Sementara itu, BSSN juga terus aktif menjalankan tugas keamanan siber yang terkait program-program pemerintah terkini, seperti Presidensi G20 dan Program Pemindahan IKN. 

Terkait IKN baru, BSSN Bersama Kementerian terkait terus menyiapkan hal-hal mendasar yang dibutuhkan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya.

"Saat ini Pusat Pengembangan SDM BSSN  telah memiliki simulator keamanan siber smart city, yang digunakan sebagai sarana  pelatihan keamanan siber bagi SDM Keamanan Siber dan Sandi guna 
mempersiapkan pengamanan siber pada Ibukota Negara yang baru," sambungnya. (raf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved