Pilpres 2024

PPP DKI Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, Ini kata Pengamat

Usungan capres, PPP lebih berorientasi untuk menyelamatkan PPPdari ambang kegagalan di 2024,dibanding secara serius menawarkan capres yang menang

istimewa
Dalam survei terbaru, Indopol Survey & Consulting melakukan simulasi tiga pasangan capres dan cawapres dengan asumsi terbentuk tiga koalisi partai politik pengusung pada 2024. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta merekomendasikan Anies Baswedan dan Khofifah Indah Parawansa sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden dalam ajang Pilpres 2024 kepada DPP PPP.

Pengamat Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah, menilai PPP akan melihat tokoh capres yang memiliki kedekatan karakter dengan pemilih, yakni kelompok menengah bawah dan muslim afiliasi nahdliyin atau tokoh yang berpeluang meningkatkan elektabilitas PPP itu sendiri.

Diketahui, kaum nahdliyin adalah golongan kaum muslimin Indonesia yang membagi budaya keagamaan yang sama dan yang secara organisasi terlembagakan dalam bentuk NU.

"Dengan kondisi itu, nama semisal Khofifah menjadi yang paling dekat, tetapi persoalannya elektabilitas Khofifah sendiri masih di jajaran terendah dibanding tokoh lainnya. Meskipun, Khofifah punya basis pemilih Fatayat yang bisa saja dianggap potensial," ucap Dedi saat dihubungi, Minggu (17/4/2022).

Baca juga: DPW PPP DKI Rekomendasi Anies dan Kofifah jadi Capres dan Cawapres 2024 kepada DPP

Selain itu, kata Dedi, nama lain yang bisa disasar adalah Anies Baswedan, secara personal Anies punya modal popularitas dan elektabilitas, juga karakter tokoh muslim yang bisa beradaptasi dengan kelompok nahdliyin.

"Masalahnya, PPP bagi Anies tentu bukan prioritas, karena porsi suara PPP di parlemen yang bukan kelompok pemengaruh dalam koalisi, PPP di 2024 masih akan tetap sebagai mitra koalisi yang belum tentu punya kans (peluang) mengusulkan kecuali tokoh yang ia usulkan senada dengan Parpol dominan lainnya," jelas dia.

Dedi juga menuturkan pengusungan capres PPP ini lebih berorientasi untuk menyelamatkan PPP dari ambang kegagalan di 2024, di banding secara serius menawarkan capres yang berpeluang memenangi Pilpres.

"Dalam kondisi itu, PPP akan memilih tokoh yang punya kans mengungkit elektabilitas PPP, meskipun tokoh tersebut belum tentu potensial terusung, daripada memilih tokoh potensial terusung tetapi tidak berdampak pada perolehan suara PPP itu sendiri," tutur dia.

Baca juga: Survei KedaiKopi November 2021, Prabowo di Puncak Capres, Januari Melorot di Peringkat ketiga

Sebelumnya diketahui, Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PPP DKI Jakarta Farhan Hasan mengungkapkan alasan keduanya layak diusung menjadi pemimpin dan wakil pemimpin negara Indonesia karena telah berpengalaman menjadi kepala daerah.

Usulan itu diputuskan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP DKI Jakarta di Hotel Sofyan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2/2022) petang.

Saat ini, Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sedangkan Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur dan jabatan mereka akan berakhir pada 2022 ini.

"Rekomendasi ini akan kami sampaikan kepada DPP dalam Rapimnas DPP PPP yang akan digelar pada Jumat (15/4/2022)," ujar Farhan.

Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan agar DPP dan Fraksi PPP DPR RI memperjuangkan revisi UU Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved