Tenggelam

Terlilit Hutang jadi Alasan Pelaku Mau Melakukan Rekayasa Tenggelamnya Wahyu

Nge-Prank' Polisi, BPBD, Relawan hingga Basarnas, Para Pelaku Rekayasa Korban Tenggelam Mengaku Terlilit Utang

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Rangga Baskoro
Dena (kiri), Mulki (tengah) dan Asep (kanan), komplotan yang mengarang cerita Korban Tenggelam di Kalimalang Demi klaim asuransi miliaran rupiah. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIKARANG -- Tiga dari empat orang pelaku laporan palsu yang merekayasa kejadian tenggelamnya pemotor di Kalimalang, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, karena ditabrak mobil Fortuner, telah diamankan polisi.

Kasus tersebut diinisiasi oleh Wahyu Suhada sebagai orang yang ingin mengklaim asuransi senilai Rp3 miliar.

Wahyu direncanakan meninggal dunia karena tenggelam di Kalimalang.

Ia kini masih buron.

Baca juga: Demi Asuransi Miliaran Rupiah, Wahyu Karang Cerita jadi Korban Tenggelam di Kalimalang, Kini DPO

Dalam aksinya Wahyu dibantu, Abdil Mulki (37) yang mengaku sebagai orang yang kala kejadian bersama Wahyu saat kecelakaan terjadi.

Padahal, ia sengaja menabrakan motornya ke arah Kalimalang hingga pura-pura pingsan.

Pelaku ketiga, Dena Surya Kusuma (25) sebagai orang yang berpura-pura melaporkan kecelakaan tersebut ke Polsek Cikarang Pusat.

Lalu, keempat yakni Asep Rian Irawan selaku orang yang menolong Mulki di lokasi kejadian.

Baca juga: BPBD Kabupaten Tangerang Hentikan Pencarian Bocah Tenggelam di Muara Kampung Nelayan

Wahyu mengiming-imingi mereka uang puluhan juta rupiah apabila rencana tersebut berhasil setelah uang asuransi jiwa miliknya telah cair.

Kepada media, para pelaku mengaku membutuhkan banyak uang untuk membayar utang yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

"Kalau saya dijanjikan uang Rp20-100 juta. Saya buat bayar utang pinjaman online," kata Mulki di lokasi, Senin (6/6/2022).

Sama seperti Mulki, Dena juga memiliki utang yang nilainya puluhan juta.

Baca juga: Tercebur di Kolam Renang Dewasa, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam

Setelah uangnya cair, Wahyu menjanjikan akan membayangkan utang-utang tersebut.

"Iya saya tahu kalau itu rekayasa. Saya ada utang Rp35 juta. Buat Wahyu lebih baik menyerahkan diri saja," ucapnya.

Begitu pula Asep yang juga punya utang yang nominalnya besar sehingga ia terlibat aksi prank yang melibatkan polisi, BPBD Kabupaten Bekasi, Basarnas dan relawan yang mencari Wahyu selama dua hari satu malam, sejak Sabtu-Minggu (4-5/6/2022) lalu. (abs)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved