Rekayasa Tenggelam

Bila Aksi Tipu Tenggelamnya Berhasil, Wahyu Bisa Dapat Rp15 Miliar dari 4 Perusahaan Asuransi

Selama pelarian, Wahyu Suhada berpindah-pindah di Bogor, Depok, Karawang. Kadang tidur di mushola, di hotel, rumah saudara, tidur di pemancingan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Rangga Baskoro
Wahyu Suhada (tengah), aktor utama aksi tipu tenggelam demi dapat klaim asuransi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIKARANG  -- Wahyu Suhada, aktor utama yang merekayasa aksi tipu-tipu korban tenggelam di Kalimalang, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, akhirnya menyerahkan diri ke polisi pada Kamis (9/6/2022) lalu.

Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Awang Parikesit menjelaskan setelah melakukan pendalaman terhadap Wahyu, ternyata total klaim asuransi kematian yang berpotensi diraupnya lebih dari Rp3 miliar.

"Jadi untuk klaim asuransi informasi awal yang kita dapat dari tiga tersangka lain, memang disebutnya Rp3 miliar. Tetapi setelah kita tanyakan kepada saudara WS sendiri ternyata lebih dari itu," kata Awang saat rilis ungkap kasus di Mapolsek Cikarang Pusat, Jumat (10/6/2022).

Wahyu mengaku kepada polisi bahwa dirinya mendaftarkan dirinya pada empat polis asuransi kematian perusahaan swasta.

Baca juga: Rugi Rp2,8 Miliar Akibat Investasi Bodong jadi Alasan Wahyu Nekat Rancang Skenario Tenggelam

Apabila ia meninggal, maka total uang pertanggungan yang harus dibayarakan empat perusahaan tersebut, berkisar Rp15 Miliar.

"Ada empat asuransi yang dia miliki ya. Pertama ada asuransi Astra Life, Allianz kemudian FWD Life Insurance, dan asuransi Mega Life. Jadi kalau ditotal semuanya ini mencapai Rp15 miliar," ungkapnya.

Awang menambahkan sejak kasus kejahatan asuransi itu terbongkar pada Minggu (5/6/2022) lalu, dalam pelariannya Wahyu kerap berpindah-pindah tempat.

Bahkan dikarenakan ketakutan dan kebingungan mencari tempat persembunyian, Wahyu sempat tidur di musala dan pemancingan.

Baca juga: Terlilit Hutang jadi Alasan Pelaku Mau Melakukan Rekayasa Tenggelamnya Wahyu

"Ya baik untuk setelah kejadian tersangka melarikan diri nih berpindah-pindah tempat, ada di Bogor, Depok, Karawang. Kadang tidur di mushola, di hotel, rumah saudara, tidur di pemancingan," kata Awang.

Sebelumnya, dua orang pengendara motor bernama Wahyu (35) dan Abdil Mulki (37) diberitakan terpental ke Kalimalang setelah ditabarak pengendara mobil Toyota Fortuner, Sabtu (4/6/2022) lalu.

Mulki ditemukan warga di pinggir kali dan mengalami luka di bagian kaki. Ia telah dilarikan ke RS Medirosa Tegal Gede Cikarang untuk menjalani perawatan intensif.

Sedangkan Wahyu belum ditemukan dikarenakan tenggelam setelah terpental dihantam pengendara mobil yang melarikan diri.

Baca juga: Demi Asuransi Miliaran Rupiah, Wahyu Karang Cerita jadi Korban Tenggelam di Kalimalang, Kini DPO

Belakangan diketahui bahwa kasus tersebut sengaja direkayasa oleh empat orang pelaku agar Wahyu bisa mengklaim asuransi kematian yang nilainya sebesar Rp15 miliar. 

Wahyu dan tiga orang lainnya dijerat Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan. (abs)

 

Sumber: Tribun bekasi
  • Berita Terkait :#Rekayasa Tenggelam

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved