Penipuan

Polisi Tak Temukan Unsur Pidana pada Kasus Dugaan Penipuan Toko Emas, Begini Alasannya

Pemilik Toko Emas Cece Permata Hijau bantah lakukan penipuan, sudah itikad baik ingin beli kalung korban seharga Rp43 Juta

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Maryati Achmad menduga toko Cece di Grand Permata Hijau Blok C 17 nomor 3, Kecamatan Kebayoran Lama, Jalarta Selatan menipu saat membeli kalung emas tahun 2010 lalu. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Maryati Achmad menduga toko Cece di Grand Permata Hijau Blok C 17 nomor 3, Kecamatan Kebayoran Lama, Jalarta Selatan menipu saat membeli kalung emas tahun 2010 lalu.

Maryati itu awalnya meminta emas 23 karat dan gantungan pada kalung juga harus terbuat dari bahan emas.

Tapi ternyata emas itu 22 karat dan gantungan yang ada pada kalung Maryati tidak mengandung emas.


Menanggapi tuduhan itu, pemilik toko Cece bernama Yeni mengaku sudah dimintai keterangan oleh Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Polisi pun tidak menemukan unsur pidana karena Yeni sudah beritikad baik membeli kembali kalung itu dengan harga Rp43.000.000.

"Tapi dari dianya malah minta Rp50 juta, kok malah kaya jadi saya yang diperas ya, padahal saya membeli sesuai harga emas saat dia mau jual itu," tuturnya, Selasa (27/9/2022).

Yeni memastikan tidak ada negosiasi atau permintaan harganya dinaikan dari Maryati karena wanita 69 tahun ingin menjual harga Rp50 juta.

Pemilik toko Cece itu menegaskan tidak menjual emas palsu karena sudah belasan tahun jualan tidak pernah ada masalah.

Korban sendiri membeli emas itu pada tahun 2010 silam dengan harga Rp 20 jutaan dan ia membeli emas kembali harganya sudah dua kali lipat.

"Jadi enggak ada penipuannya, saya jual harga emas saat itu, kalau sekarang harga lagi turun kan kita ngikutin harga dari pusat, saya lupa hari itu pergramnya berapa," ucapnya.

Baca juga: Toko Ponsel Jadi Korban Penipuan Isi Saldo Dompet Digital di Tanjung Priok Jakarta Utara

Sebelumnya, Korban penipuan emas 60 kilogram yang diduga dilakukan oleh toko C di ITC Permata Hijau, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan telah bertemu Wakapolres Metro Jakarta Selatan.

Pertemuan itu dilakukan oleh Maryati Achmad dan saudaranya Ficky Achmad di ruang AKBP Harun Polres Metro Jalarta Selatan pada Senin (26/9/2022).

Ficky mengaku, AKBP Harun menjanjikan akan melanjutkan kasus tersebut tanpa perlu membuat laporan polisi baru.

"Terus penyidik kriminal khusus yang dilaporkan ke Propam diganti, jadi nanti ditangani penyidik lain" ujarnya saat ditemui Wartakotalive.com.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved