Ekonomi
Jangan Khawatir, Ditengah Ancaman Resesi Ekonomi Global Tahun Depan, Ekonomi Indonesia Tumbuh
Ekonomi Indonesia Tumbuh Meski IMF Proyeksi Ekonomi Dunia hanya Naik 3,2 persen
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lilis Setyaningsih
Untuk penguatan pasar dalam negeri, pihaknya memprioritaskan stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok untuk mengendalikan inflasi.
Sedangkan untuk peningkatan ekspor nonmigas, kementerian memprioritaskan penetrasi pasar ekspor nontradisional melalui promosi, misi dagang, dan pembentukan kerja sama perdagangan melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Dia lalu mencontohkan negara Afrika dengan penduduk lebih dari 1 miliar dengan produk domestik bruto (PDB) USD 2,11 triliun, memiliki potensi perdagangan USD 595,9 miliar.
“Timur Tengah dengan penduduk 485 juta dan PDB USD 5,54 triliun, dengan potensi perdagangan USD 1 triliun. Sedangkan Asia Selatan dengan jumlah penduduk 1,84 miliar, memiliki PDB USD 4,07 triliun, dengan potensi perdagangan USD 757,6 miliar,” jelasnya.
Baca juga: Pelaku Usaha dari Minang, Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Tangsel
Selain itu Kemendag juga baru saja menyelenggarakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 secara luring pada 19-23 Oktober 2022 dengan capaian transaksi sebesar USD 2,94 miliar.
Kemendag juga melakukan promosi fesyen muslim melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2024 sebagai bagian dari visi Indonesia menjadi hub produk halal dunia.
“Ke depan kementerian juga akan membuka lebih banyak lagi kerja sama dengan institusi pendidikan dan perbankan yang dapat mendukung pelaksanaan strategi kebijakan perdaganga, demi mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045,” tutur Zulhas. (faf)