Gempa Cianjur
BNPB Sarankan Warga Sukabumi dan Cianjur Susun Kaleng Kosong Secara Vertikal, Sebagai Alarm Gempa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyarankan warga Sukabumi dan Cianjur agar menyusun kaleng kosong secara vertikal sebagai alarm gempa
Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,6.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.
Baca juga: INILAH Doa yang Bisa Dibaca saat Gempa Bumi, Memohon Keselatan dan Perlindungan Allah SWT
Gempa bumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Selain itu gempa juga dirasakan di Garut dan Sukabumi IV - V MMI Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Kata Daryono, hingga pukul 13.50 WIB atau 30 menit dari BMKG, dilaporkan ada 9 aktivitas gempa susulan berdasarkan hasil monitoring BMKG. Di mana gempa susulan tertinggi dengan magnitudo M 4.0.
Diketahui sejumlah rumah di Cianjur, Jawa Barat roboh akibat guncangan gempa yang berada di darat.
Gempa tersebut juga mengakibatkan longsor dan membuat jalan terputus pada Senin (21/11/2022) siang.