Selasa, 5 Mei 2026

Sidang Ferdy Sambo

Cerita Bharada Richard Eliezer Merasa Berdosa Usai Tembak Brigadir J: 3 Minggu Dihantui

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E merasa berdosa karena mengikuti perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Desy Selviany
Bharada Richard Eliezer alias Bharada E merasa berdosa karena mengikuti perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E merasa berdosa karena mengikuti perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Kasus penembakan itu terjadi pada 8 Juli 2022.

"Saya merasa berdosa yang mulia. Karena saya mengikuti perintah dia (FS)" ujar Bharada E saat memberikan kesaksian di persidangan PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Presiden Korea Selatan Beri Intensif Tesla Bila Dirikan Pabrik di Seoul

Selain itu, kepada majelis hakim ia mengaku telah berdosa mengikuti perintah Ferdy Sambo.

Bharada E mengungkapkan bahwa alasannya tetap mengikuti perintah karena dirinya takut dengan Ferdy Sambo yang saat itu jenderal bintang dua yang menjabat Kadiv Propam Polri.

"Karena saya takut. Ini jenderal bintang dua menjabat sebagai Kadiv Propam dan posisi saya pangkat saya bharada, pangkat terendah. Dari kepangkatan itu aja kita bisa lihat bagaikan langit dan bumi. Saya merasa takut sama FS," katanya.

Bahkan, dia mengaku sempat dihantui mimpi buruk selama tiga minggu seusai menembak mati Brigadir J.

Hingga kini, perasaan rasa bersalah itu pun masih dirasakan oleh Bharada E.

"Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu. Saya merasa bersalah," ujarnya.

Baca juga: Ridwan Soplanit Meradang, Imbas Ikuti Perintah Ferdy Sambo, 8 Tahun Demosi dan Gagal Sekolah

Diperintah untuk Ambil Senjata

Saksi Richard Eliezer mengatakan, momen itu berawal saat ia diperintahkan Ferdy Sambo untuk mengambil senjata api (senpi) di dalam mobil.

Diketahui, mobil tersebut terparkir di garasi rumah Jalan Saguling Tiga, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) lalu.

Kemudian, setelah mengambil Senpi tersebut, Bharada E menyebut ia langsung menuju ke toilet.

Adapun Bharada E mengungkapkan, dirinya berdoa di dalam toilet lantai satu di rumah Jalan Saguling.

Richard mengungkapkan, ia berdoa agar tersangka Ferdy Sambo membatalkan niatnya untuk membunuh Brigadir Yosua.

"Tuhan kalau bisa ubahkan pikiran Pak Sambo," ujar Richard, dalam persidangan, Selasa (30/11/2022).

 

Baca Berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebelum Tembak Yosua, Bharada E Sempat Berdoa di Toilet Agar Pikiran Sambo Berubah dan Bharada E: Saya Merasa Berdosa Karena Mengikuti Perintah Ferdy Sambo

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved