Sidang Ferdy Sambo

Tangis Susanto Haris di Sidang Lanjutan Pembunuhan Brigadir J Pecah, Sebut Sambo Jenderal Pembohong

Susanto Haris menangis di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J bahkan menyebutkan Ferdy Sambo sebagai 'jenderal pembohong'

Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Ferdy Sambo keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022). Tangis Susanto Pecah pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J bahkan menyebut Ferdy Sambo 'Jenderal Pembohong' 

TRIBUNTANGERANG.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 11 saksi pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Selasa (6/12/2022).

Adapun saksi-saksi yang dihadirkan seperti terdakwa perintangan penyidikan atau obstruction of justice, Hendra Kurniawan, Chuck Putranto.

Kemudian, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Irfan Widyanto dan Agus Nurpatria.

Baca juga: Kalimat Menohok Brigjen Benny Ali, Kalau Tahu Rekayasa Pembunuhan Brigadir J, Saya Tangkap Pak Sambo

Ada banyak fakta baru dan kejadian unik dalam persidangan. Seperti, Kabbag Gakkum Provost Propam Polri, Susanto Haris menangis.

Sembari menangis, Susanto Haris menyebut Ferdy Sambo sebagai jenderal pembohong. Dan, menghancurkan kariernya sebagai polisi yang sudah dijalaninya selama 30 tahun.

Selain itu, saksi lain yang juga terdakwa Irfan Widyanto menangis akibat terlibat kasus Ferdy Sambo dan berakhir dipecat dari Korps Bhayangkara.

Bahkan ada pernyataan yang cukup menarik dari mantan Karo Provost, Benny Ali dalam persidangan ini.

Bennya Ali berujar orang-orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J adalah pahlawan karena telah menyelamatkan keluarganya.

Untuk selengkapnya berikut deretan rangkuman fakta terkait sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada Selasa (6/12/2022).

Tangis Susanto Pecah, Sebut Ferdy Sambo 'Jenderal Pembohong'

Saksi yang juga mantan Kabbag Gakkum Provost Divisi Propam Polri, Susanto Haris menangis saat bersaksi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Tangis Susanto pecah saat dirinya bercerita ke ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santosa usai terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Ia mengaku kecewa karena akibat terlibat dalam kasus ini, kariernya di kepolisian yang telah dijalaninya selama 30 tahun harus berakhir dengan demosi tiga tahun usai sidang etik.

"Saya patsus 29 hari dan demosi tiga tahun, Yang Mulia," kata Susanto sembari sesenggukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved