Berita Jakarta Raya

Campak bisa Sebabkan Kebutaan, Cakupan Imunisasi Campak Rubela Menurun Selama Pandemi

Cakupan imunisasi Campak Rubela menurun selama pandemi, ditemukan 253 di wilayah DKI Jakarta, dapat sebabkan kebutaan pada penderitanya

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Ilustrasi vaksinasi, selama pandemi, cakupan imunisasi campak menurun, sehingga muncul kasus campak di wilayah DKI Jakarta. Campak tidak bisa diabaikan karena bisa sebabkan kebutaan bagi penderitanya 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Sehubungan dengan meningkatnya kasus campak di DKI Jakarta, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengeluarkan edaran untuk berbagai fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di wilayah ibu kota.

Surat edaran tersebut tertuang dalam SE Nomor 2 Tahun 2023, dan dikeluarkan pada 24 Januari 2023.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama menginformasikan isi edaran tersebut agar puskesmas di masing-masing kecamatan melakukan mapping.

"Mapping yang dimaksud adalah untuk melihat kantong cakupan imunisasi campak rubela yang masih rendah," ujar Ngabila melalui pesan singkat WhatsApp kepada Warta Kota, Rabu (25/1/2023).

Ngabila mengimbau kepada puskesmas-puskesmas agar melakukan mapping hingga level RT.


Hal berikutnya yang harus dilakukan oleh masing-masing puskesmas adalah melakukan sweeping imunisasi.

"Sweeping imunisasi bersamaan dengan operasi timbang yang dilakukan berdasarkan prioritas," ucap Ngabila.

Adapun prioritas yang dimaksud Ngabila adalah daerah kumuh, padat, dan miskin.

Kemudian juga daerah dengan cakupan vaksin campak rendah, dan daerah dengan jumlah balita gizi buruk terbanyak.

Lalu, Ngabila juga mengingatkan kepada faskes khususnya puskesmas kecamatan untuk melakukan edukasi mengenai campak dan rubela, serta operasi timbang kepada lintas sektor terkait.

"Edukasi dapat dilakukan kepada kader dasawisma, posyandu, TP PKK, Kasatlak Pendidikan, guru UKS, dan masyarakat luas," kata Ngabila.


Kenali Penularan Campak dan Antisipasinya


Lebih lanjut, Ngabila melaporkan sebanyak 253 kasus campak di DKI Jakarta sepanjang tahun 2022.

Hal tersebut dikarenakan surveilans dan cakupan imunisasi campak rubela menurun selama pandemi Covid-19 sejak 2020 hingga 2022 yang lalu.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved