Sidang Ferdy Sambo

Putri Candrawathi Ceritakan Perjalanan Hidupnya dari Dokter Gigi hingga Sekolah di Amerika Serikat

Putri Candrawathi terdakwa kasus pembunuhan berencana menjelaskan bahwa ia lahir dari lahir seorang pendidik dan ayah jendera tentara.

Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Nurmahadi
Putri Candrawathi saat membacakan nota pembelaan atas tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2023). Ia membeberkan dibesarkan dari ibu guru SMA dan ayah seorang jenderal. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Putri Candrawathi terdakwa kasus pembunuhan berencana menjelaskan bahwa ia lahir dari lahir seorang pendidik dan ayah jendera tentara.

Hal itu disampaikannya saat sidang pembacaan pembelaan tewasnya Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

"Sebagai seorang perempuan, saya dilahirkan dari rahim Ibu seorang pendidik dan sosok ayah tentara. Saya sangat terkesan bagaimana ibu saya seorang guru SMA mengajarkan ketulusan dan nilai-nilai kehidupan," kata Putri Candrawathi di persidangan.

Baca juga: Ancaman Ferry Irawan Terkait Kasus Bogor tak Digubris Hotman Paris: Venna Tidak Punya Kasus

Ia menambahkan, dari sang ibu belajar soal mengasihi dan berbuat baik untuk siapa saja dan berpacu untuk mendapatkan pendidikan dengan baik.

"Sementara dari ayah, saya belajar tentang disiplin dan ketegaran dari setiap tantangan hidup yang harus kami jalani. Ayah saya, purnatugas dengan pangkat Brigjen TNI Angkatan Darat dan terakhir mengabdi dalam posisi sebagai Direktur Zeni di Markas Besar Angkatan Darat," ujarnya.

Menurut Putri Candrawathi kecintaan ayahnya yang sangat kuat terhadap tanah air juga tertanam dalam ingatan dan sikap anak-anaknya.

"Meskipun saya perempuan, kedua orang tua saya menuntut semua anak-anaknya memprioritaskan pendidikan. Saya menyelesaikan pendidikan S1 pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti dan melanjutkan studi di bidang bahasa dan jurnalistik pada Universitas Negeri di Pittsburgh – Amerika Serikat," katanya.

Lebih lanjut, ia dituntut dari orangtua untuk selalu berprestasi di antara peserta didik termasuk ketika sekolah di luar negeri. Kedua jenjang pendidikan tersebut ia selesaikan dengan baik.

"Dari kedua orang tua, saya belajar tentang nilai hidup kesetiaan, ketegaran, serta mencurahkan perhatian penuh terhadap keluarga. Hingga saat ini nilai hidup mereka adalah inspirasi sepanjang hidup yang tidak akan saya lupakan. Apalagi, hidup sebagai anak dalam keluarga tentara tidaklah mudah dijalani," ujarnya.

Tuntutan 8 Tahun

Sebagai informasi, Putri Candrawathi telah dituntut pidana 8 tahun penjara dalam perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Mohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Putri Candrawathi pidana 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan," kata jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Spanduk Penolakan Anies Baswedan Berkunjung ke Kota Tangerang Beredar di Depan Masjid Al Azhom

Jaksa menyatakan, perbuatan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan, Putri Candrawathi bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved