Senin, 8 Juni 2026

Analisis Pengamat, Sebentar Lagi Politik Identitas Muncul Usai Pernyataan Anies Baswedan

Politik Identitas saat Pemilihan Presiden 2024 mendatang tidak akan terhindarkan, begini analisis pengamat politik

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Alfian Firmansyah
Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan, bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan menyatakan politik identitas tak bisa terhindarkan dalam pertarungan Pilpres 2024. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan, bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan menyatakan politik identitas tak bisa terhindarkan dalam pertarungan Pilpres 2024.

Ia menilai tidak lama lagi politik identitas kesukuan atau etnisitas akan muncul.

"Masing-masing suku akan bersemangat dengan dukungannya terhadap suku atau entitas golongannya sendiri. Pasti orang Sunda akan mendukung orang Sunda, orang Jawa akan mendukung orang Jawa, orang Arab akan mendukung orang Arab," kata Ujang dalam pesan yang diterima, Rabu (22/3/2023).

Baca juga: Warga Tuntut Pertamina Pindahkan Depo Plumpang, Tahun 2021 Anies Baswedan Bagikan IMB di Tanah Merah

Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan orang bertetnis tertentu akan memilih pasangan calon dari etnis lainnya.

"Tergantung tingkat kesukaan publik, dari suku masing-masing terhadap capres-cawapres itu ya pasti akan mengemuka soal politik identitas soal kesukuan itu," ujarnya.

Ujang menilai selama perbedaan itu masih dalam tahap yang wajar, hal tersebut tidak masalah.

"Oleh karena itu saya melihat pertarungan etnisitas mungkin akan mengemuka sebagai bagian dari politik identitas yang akan muncul di Pilpres 2024. Tapi ya tadi nilai kesukuan itu tentu dalam kerangka keindonesiaan dan semuanya terangkum berada dalam naungan kebinekaan dan keindonesiaan," kata dia

Soal pernyataan Anies tersebut, Ujang mengatakan bahwa mungkin saja akan berdampak negatif pada Anies sendiri. Tetapi tak menutup kemungkinan justru akan menguntungkan.

"Selama kalau isunya etnisitas itu positif kan Anies kakeknya keturunan Arab pahlawan nasional juga dan itu secara etnis juga positif, jadi jangan menstigma keturunan arab itu enggak bener," ujarnya.

"Soal etnisitas itu memang enggak sederhana. Kita harus melihat secara positif apapun sukunya baik Anies, Prabowo, Airlangga, Ganjar. Apapun latar belakangnya mereka semua tetap Indonesia," tandasnya

Sebelumnya, bakal calon presiden Anies Baswedwn mnyebut setiap calon yang bersaing di kontes politik akan selalu memiliki identitas. Sehingga Anies menilai politik identitas tak bisa dihindari.

"Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Misalnya calon yang bersaing adalah laki-laki dan perempuan, maka di situ ada identitas gender," ucap Anies di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (17/3/2023) malam.

Dalam forum diskusi dengan pemimpin dan kepala redaksi media massa yang diselenggarakan Partai NasDem itu, Anies juga menyebut politik identitas bisa terjadi bila ada dua calon yang berbeda suku.

Anies menilai, pada situasi tersebut pendukung kedua kubu bisa berkutat dengan isu perbedaan suku.

Ia pun menilai hal tersebut lumrah terjadi di pemilu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved