Kriminal
Teddy Minahasa Tuding Jaksa Dapat 'Pesanan' dari Penyidik Polri Agar Dirinya Dituntut Hukuman Mati
Teddy Minahasa menuding jaksa penuntut umum mendapat 'titipan' dari Polri agar dirinya dituntut hukuman mati dalam pledoinya di pengadilan.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Intan UngalingDian
"Persoalannya adalah dari mana saya dapat nomor telepon Maman Supratman? ya dari Rakhma, Yang Mulia," kata Teddy menggebu-gebu.
Oleh karena itu, kata Teddy, dia kembali menghubungi Rakhma karena diminta Maman.
"Sama sekali tidak ada saya menekan dan intervensi, semata-mata hanya ingin menolong Dody Prawiranegara sesuai dengan permintaan bantuan Rakhma kepada saya, walaupun saya juga sedang sama-sama menderita di dalam penjara," katanya.
Baik Maman dan Rakhma sengaja memviralkan rekaman tersebut untuk menjebaknya.
Skenario yang disebutkan Teddy dalam telepon tersebut sebagai hal yang diadopsinya dari cerita Rakhma kepadanya.
"Sekarang justru saya mengerti bahwa dugaan konspirasi itu nyata yakni dengan Rakhma dan Maman Supratman merekam pembicaraan dengan saya."
"Lalu bergaya playing victim (seolah-olah menjadi korban-Red), serta diviralkan. Padahal hal tersebut sama sekali bukan merupakan pokok perkara."
"Dalam rekaman pembicaraan antara saya dengan Rakhma tentang, 'bilang aja itu kayu gaharu dan buang badan kepada Arif', sesungguhnya justru mengadopsi dari cerita Rakhma kepada saya," ujarnya.
Dia juga menyoroti isi surat terbuka Maman Supratman yang dirilis lewat media sosia, Minggu (26/3/2023) lalu.
Surat tersebut berisikan permohonan agar Dody Prawiranegara menjadi justice collaborator, meskipun Lembaga Saksi dan Korban (LPSK) telah menolaknya.
Teddy menganggap hal tersebut manifestasi dari intervensi atau upaya memengaruhi lembaga eksekutif maupun yudikatif.
"Artinya, Dodi Prawiranegara dkk tidak dalam kondisi tertekan di mata LPSK melalui proses assessment. Dody Prawiranegara hanya ingin meniru success story Richard Eliezer dalam perkara Ferdy Sambo," kata Teddy.
Menurut dia, surat terbuka Maman Supratman itu justru dapat dimaknai sebagai sikap meragukan independensi majelis hakim yang mengadili perkara ini.
"Like father - like son, antara anak dan orangtua sama saja perilakunya yaitu membela diri tetapi dengan menyerang dan memberatkan pihak lain," kata Teddy.
"Seandainya pada saat itu saya benar-benar melakukan intervensi atau hal buruk lainnya untuk kepentingan saya, mengapa Rakhma atau Maman Supratman tidak menolak panggilan telepon dari saya?"
Tudingan Teddy Minahasa ke jaksa
Teddy Minahasa tuding jaksa dapat pesanan
kasus narkoba
Teddy Minahasa
Dody Prawiranegara
Kronologi Iptu Gunawan Gagalkan Aksi Ganjal ATM di Ciledug, Tangkap Pelaku meski Luka Disabet Pisau |
![]() |
---|
Kasus Begal di Ciputat Timur: 2 Pelaku Diamankan, Korban Dirawat setelah Diserang |
![]() |
---|
Waspada Modus Pencurian Baru di Pamulang, Tabung Gas hingga Dagangan Penjual Gorengan Dibawa Kabur |
![]() |
---|
Maling Motor di Bekasi Tewas Dihakimi Massa setelah Tertangkap Tangan Bawa Motor Curian |
![]() |
---|
Cinta Ditolak, Pria Paruh Baya Nekat Siram Wajah Siswi SMP Pakai Air Keras di Lembata |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.