Selasa, 14 April 2026

Berita Jakarta

Tidak Ada Operasi Yustisi Bagi Pendatang Baru di DKI Jakarta

Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta memastikan tak ada oprasi yustisi atau kependudukan bagi para pendatang pasca lebaran Idulfitri 1445 H.

TribunTangerang.com
Ilustrasi Operasi Yustisi 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta memastikan tak ada oprasi yustisi atau kependudukan bagi para pendatang pasca lebaran Idulfitri 1445 H.

Meski demikian, para pendatang yang ingin mendapat pekerjaan diminta telah memiliki berbagai bekal sebelum datang ke Jakarta.

"Kami tetap tidak ada proses untuk (operasi) yustisi, tidak ada. Siapapun sebenarnya bisa berhak untuk datang ke Jakarta," ujar Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin saat dikutip pada Rabu (17/4/2024).

"Kami imbau agar mereka datang ke Jakarta, pastikan ada jaminan tempat tinggalnya karena itu persyaratan di dalam proses pindah data," lanjutnya.

Budi mengatakan, mereka juga harus mendapatkan jaminan pekerjaan dan secara sadar melengkapi diri dengan ketrampilan untuk bekerja.

Harapannya, ketika mereka datang ke Jakarta sudah mendapatkan pekerjaan dan bisa membangun Jakarta dengan baik.

"Jadi kami nggak ada yustisi, Dinas Dukcapil itu kan dasar pelayanan pendataanya berdasarkan laporan. Nah kami akan melakukan pendataan ini satu bulan untuk proses mereka yang datang ke sini, apakah membawa keluarganya dan langsung melakukan proses pindah atau datang," kata Budi.

Biasanya, kata Budi, dalam satu bulan ini banyak perpindahan warga yang datang ke Jakarta karena untuk mencari pekerjaan.

Baca juga: Kota Tangerang Selatan Tidak Gelar Operasi Yustisi, Pendatang Daftarkan Diri ke Aplikasi Sipermen

Baca juga: Pemkot Tangsel Tak Gelar Operasi Yustisi Pendatang Baru setelah Hari Raya Idul Fitri 2022

Mereka datang ke Jakarta bersamaan dengan arus balik mengikuti sanak keluarganya yang memang lebih dulu tinggal di Jakarta.

Dia memprediksi, jumlah pendatang di Jakarta berkurang, tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, lanjut dia, pendatang pada tahun 2023 lalu juga tidak sebanyak tahun 2022 lalu.

"Dan tren dari Januari, Februari dan Maret (2024) yang datang ke DKI Jakarta itu juga berkurang. Nah jadi kami memprediksi bahwa pada tahun ini untuk yang arus balik mudik ini yaitu sekitar 10.000-15.000, kalau kemarin (lebaran Idulfitri 1444 H/2023 M) kan diangka 20.000-2.000," jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved