Profil Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Taheran

Kematian Ismail Haniyeh dikonfirmasi oleh Hamas. Ismail Haniyeh berada di Taheran, Iran saat menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru

Editor: Joseph Wesly
istimewa
Jusuf Kalla dan Ismail Haniyeh. 

TRIBUN TANGERANG.COM, TAHERAN- Pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan Israel di Ibu Kota Iran, Teheran, pada Rabu (31/7/2024).

Kematian Ismail Haniyeh dikonfirmasi oleh Hamas. Ismail Haniyeh berada di Taheran, Iran saat menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.

Ismail dan pengawalnya meninggal setelah gedung tempat dia menginap dibom oleh serangan udara Israel.

“Saudara, pemimpin, mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan, tewas dalam serangan Zionis (Israel) di markas besarnya di Teheran setelah dia berpartisipasi dalam pelantikan presiden baru (Iran),” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Garda Revolusi Iran juga mengumumkan kematian Haniyeh.

Menurut Hamas Menurut mereka, kediaman Haniyeh di Teheran telah diserang dan dia terbunuh bersama seorang pengawalnya.

“Kediaman Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, dihantam di Teheran, dan sebagai akibat dari insiden ini, dia dan salah satu pengawalnya menjadi martir,” demikian pernyataan dari situs web berita Sepah milik Korps Garda Revolusi Iran.

Lantas, siapa Haniyeh dan seberapa besar pengaruhnya bagi Hamas?

Profil Ismail Haniyeh

Ismail Haniyeh adalah sosok yang tidak asing lagi di Palestina.

Ia sudah menjadi tokoh terkenal setelah menjadi Perdana Menteri Palestina pada 2006 setelah kemenangan mengejutkan Hamas dalam pemilihan parlemen tahun itu.

Pada 2017, Haniyeh kemudian dipilih untuk menggantikan Khaled Meshaal sebagai kepala biro politik Hamas.

Dianggap sebagai seorang pragmatis, Haniyeh selama ini tinggal di pengasingan dan membagi waktunya antara berada di Turkiye dan Qatar.

Dia telah melakukan perjalanan dalam misi diplomatik ke Iran dan Turkiye selama perang Gaza, bertemu dengan presiden Turkiye dan Iran.

Haniyeh tengah menjalani peran sebagai negosiator dalam perundingan gencatan senjata Gaza.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved