Kamis, 16 April 2026

Yasonna Laoly Dicopot 2 Bulan Jelang Kabinet Jokowi Bubar, PDIP Merasa Heran

Kabinet Indonesia Maju akan bubar pada November 2024 atau berjarak dua bulan dari reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi pada Senin (19/8/2024). 

Editor: Joseph Wesly
(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
Yasonna H. Laoly menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengungkap alasan mencopotnya dari kursi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Senin (19/8/2024).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Yasonna Laoly dicopot Jokowi dari jabatan Menteri Hukum dan HAM jelang Kabinet Indonesia Maju bubar.

Kabinet Indonesia Maju akan bubar pada November 2024 atau berjarak dua bulan dari reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi pada Senin (19/8/2024). 

Pencopotan Yasonna dari kursi menteri direspons negatif oleh PDIP

PDIP lewat juru bicaranya, Chico Hakim menilai pencopotan Yasonna Laoly dari jabatan Menteri Hukum dan HAM sebagai hal yang janggal karena terjadi dua bulan menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Pergantian menteri, pencopotan, penunjukan, itu hak prerogatif presiden. Kami tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tapi saya rasa masyarakat bisa menilai ada semacam cukup janggal dan tidak pernah terjadi sebelumnya, pergantian menteri ini dilakukan kurang dari dua bulan di masa presiden akan berakhir," kata Chico kepada Kompas.com,

Senin (19/8/2024). Kendati demikian, Chico menilai Jokowi punya pertimbangan tersendiri sehingga memilih merombak kabinet ketika usia pemerintahannya tinggal dua bulan.

Menurut dia, seorang presiden boleh saja mencopot para menterinya di kabinet apabila sudah tidak membutuhkan pembantu-pembantunya itu.

Baca juga: Langganan Kursi Menteri, Mantan Sopir Angkot Itu Kini Jadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

"Jadi, tentu kabinet dipimpin oleh seorang presiden, ketika user atau seorang presiden itu merasa tidak membutuhkan lagi sumbangsih atau tenaga di siapapun di kabinet itu hak presiden untuk menggantinya," kata Chico. 

Chico pun mengeklaim, PDI-P tidak pernah menugaskan kadernya di kabinet untuk kepentingan pribadi.

"PDI Perjuangan menaruh kader kadernya di kabinet adalah bagian dari sumbangsih untuk bangsa dan negara, bukan untuk per orangan, bukan untuk partai kami sendiri, tapi untuk rakyat Indonesia," ujar Chico.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi melantik politikus Partai Gerindra Supratman Andi Agtas sebagai Menkumham menggantikan Yasonna. Yasonna mengaku sudah bertemu dengan Jokowi pada Minggu (18/8/2024) kemarin terkait jabatannya yang dicopot.

Saya sampaikan kepada beliau, Bapak Presiden terimakasih atas kepercayaan, kesempatan yqng diberikan kepada saya untuk membantu bapak sebagai Menteri Hukum dan HAM," kata Yasonna, Senin.

Jokowi Tak Ungkap Alasan Copot Yasonna Laoly

Ketua DPP PDI Perjuangan Yasonna H Laoly menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengungkap alasan mencopotnya dari kursi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Padahal, Yasonna dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju akan lengser pada Oktober mendatang. Yasonna mengaku, sebelum resmi dicopot ia telah dipanggil untuk menghadap Jokowi pada Minggu (18/8/2024).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved