Anak Muda Ramai-ramai Datangi Balai Kota Daftar Jadi Petugas PPSU dan Damkar, Pengaruh Gaji Tinggi?

Para pemuda tersebut terlihat antusias untuk mendaftar sebagai petugas PPSU dan Damkar

Editor: Joseph Wesly
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
PENUHI BALAI KOTA- Antrean pelamar PPSU dan damkar tampak mengular hingga keluar kompleks Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4/2025). Pelamar mayoritas adalah kaum muda. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Ratusan anak muda terlihat mengantre untuk mendaftar petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Selain itu sebagian besar juga mendaftar sebagai petugas Pemadam Kebakaran.

Para pemuda tersebut terlihat antusias untuk mendaftar sebagai petugas PPSU dan Damkar.

Sulitnya mencari pekerjaan diduga menjadi alasan para anak muda menyesaki balai kota.

Selain itu, tingginya gaji yang ditawarkan Pemprov Jakarta menjadi magnet tersendiri untuk para pelamar.

Diketahui, petugas PPSU akan mendapat gaji sebesar Rp 5,4 jta per bulan dan Damkar mendapatkan gaji Rp  6,4 juta per bulan/

Gaji ini termasuk tinggi untuk persyaratkan yang hanya mewajibkan pelamarnya lulusan SD untuk PPSU dan SMA untuk Damkar.

Baca juga: Link Pendaftaran Online Petugas PPSU 2025, Tidak Perlu Datang Langsung ke Balai Kota, Cek Syaratnya

Pasalnya gaji tersebut sesuai dengan UMR yang bahkab belum tentu diterima pekerja lulusan sarjana.

Menanggapi tingginya antusiasme warga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal antrean panjang pelamar petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) hingga petugas pemadam kebakaran (damkar) di Balai Kota Jakarta selama dua hari terakhir.

Pramono bilang, masyarakat tak perlu lagi datang ke Balai Kota lantaran surat lamaran bisa diserahkan di kantor-kantor kelurahan terdekat.

“Pendaftaran itu utamanya sebenarnya di kelurahan, bukan di Balai Kota. Jadi, kami informasikan bahwa rekrutmennya bisa di kelurahan,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Setelah seluruh berkas pelamar masuk di tingkat kelurahan, barulah proses rekrutmen selanjutnya akan dilaksanakan di Balai Kota Jakarta.

Pram bilang, kebijakan ini diambil guna mengantisipasi adanya pelamar titipan atau keterlibatan orang dalam (ordal) dalam proses rekrutmen tersebut.

“Saya pengen isu tentang ordal ini betul-betul bisa dihilangkan dalam rekrutmen untuk PPSU maupun untuk PJLP lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Pramono tak menampil antrean panjang yang mengular hingga ke area luar Balai Kota ini terjadi akibat tingginya antusiasme warga.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved