Jumat, 24 April 2026

Polisi Libatkan Forensik Digital dalam Kasus Video Ceramah JK

Video tersebut kini akan dianalisis dengan menggunakan laboratorium digital forensik.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Joko Supriyanto
(Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)
RESPONS JK- Jusuf Kalla mengatakan keputusan pemerintah terkait perbatasan wilayah empat pulau yang disengketakan antara Aceh dan Sumatera Utara tidak bisa diatur melalui Keputusan Menteri (Kepmen). JKmenyatakan, dasar hukum yang mengikat adalah Undang-Undang, bukan Keputusan Menteri saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2025). (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim) 

Penyidik juga masih mendalami keaslian konten yang dilaporkan, yang disebut berasal dari kanal YouTube Cokro TV.

Sementara itu, pelapor Paman Nurlette menyebut potongan video ceramah JK di Masjid UGM telah menimbulkan persepsi negatif di masyarakat dan memicu kebencian.

“Membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," tutur perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia juga menilai penyebaran video yang tidak utuh tersebut dapat mengganggu kondusivitas serta berpotensi menimbulkan konflik sosial.

"Bahkan mereka ikut menyerang agama Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad SAW. Dikhawatirkan mengingat memori kelam dan trauma kolektif orang Maluku yang dulu pernah terseret dalam arus konflik komunal yang sangat deras," ucap dia. 

"Jadi apa maksud mereka memotong video itu? Jadi kalau mereka mempublikasikannya secara utuh, otomatis video itu, itu dipahami secara komprehensif, tidak kehilangan makna substansi dari ceramah itu tapi karena dipotong menjadi gaduh," tambah dia.

Sementara itu, Ade Armando dan Abu Janda saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/4/2026) merespons laporan tersebut. 

Ade mengaku siap menghadapi laporan yang menyeret namanya itu 

"Siaplah. Saya tidak paham dengan substansi laporan mereka. Kok saya dituduh memotong ceramah pak JK sehingga menimbulkan kehebohan?," ujar dia.

"Saya tidak memotong atau mengedit dan kemudian menyebarnya. Yang saya lakukan hanyalah mengomentari potongan ceramah JK yang menyebar di dunia online," sambungnya.

Sementara itu, Abu Janda menilai laporan tersebut atas dasar kebencian.

"Jelas itu laporan atas dasar kebencian dan dendam politik," katanya. (m31)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved