Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional

Benahi Program MBG, Dadan: Penggerak Program Direkrut dari Lulusan Sarjana Terbaik

Dadan Hindayana, menjelaskan operasional SPPG didukung SDM berkualitas. Merekrut lulusan sarjana terbaik.

Tayang:
Istimewa
LULUSAN SARJANA TERBAIK - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menjelaskan  operasional SPPG tidak berjalan secara spontan, melainkan didukung oleh SDM yang telah melalui proses pendidikan terstruktur sebelum ditempatkan di lapangan. Salah satunya merekrut lulusan sarjana terbaik. 

“Setelah kejadian itu mereka memperbaiki diri dan melakukan kegiatan jauh lebih baik dari pelayanan sebelumnya. Sampai saat ini belum pernah ada satu SPPG yang mengulang kejadian,” tuturnya.

Lebih jauh, Dadan mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi sejak awal pembentukan BGN, mulai dari membangun organisasi dari nol hingga memastikan program MBG dapat berjalan serentak pada awal 2025.

“Langkah terberat adalah menyusun personel dan membuat organisasi ini bisa bergerak, kemudian memastikan program bisa jalan pada 6 Januari 2025,” ungkapnya.

Dadan menjelaskan, pada fase awal, operasional program sempat bergantung pada skema reimburse yang membebani mitra.

Kondisi tersebut mendorong perubahan sistem menjadi pemberian uang muka agar operasional SPPG tidak terhenti.

“Awalnya mitra harus menanggung biaya operasional harian dengan sistem reimburse. Kemudian kami ubah menjadi uang muka agar operasional tidak terganggu,” ucapnya.

Baca juga: DPR RI Sebut Pembangunan SPPG dan Dukungan Masyarakat Jadi Kunci Optimalnya Program MBG di Banten

BGN juga bekerja sama dengan perbankan Himbara untuk memastikan sistem keuangan berbasis virtual account dapat dipantau secara real time, sehingga aliran dana tetap terjaga.

Dari sisi kualitas layanan, jumlah kejadian gangguan operasional disebut mengalami penurunan meski jumlah SPPG meningkat signifikan.

“Pada Oktober 2025 ada 85 kejadian saat SPPG sekitar 13.000. Sekarang SPPG sudah 27.760, tetapi selama April hanya 39 kejadian,” ujar Dadan.

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan program.

“Perbaikan-perbaikan terus terjadi, dan fokus berikutnya adalah peningkatan kualitas layanan,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved