Rabu, 27 Mei 2026

Bawa Keranda dan Hampar Sampah, Warga Protes Bau Sampah di DPRD Tangsel

Puluhan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Setu, Tangsel, Banten, Kamis (18/12/2025)

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
DEMO BAU SAMPAH- Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan. Mereka memprotes bau yang ditimbulkan tumpukan sampah di Serpong akibat pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

“Ya, merasa (bau) juga. Cuman sudah biasa, diapain lagi? Namanya kita sudah biasa begini, bau-bauan,” ujar Nasuha kepada TribunTangerang.com.

Menurutnya, sampah sebelumnya diangkut setiap hari. Namun, sejak adanya keluhan warga terkait tempat pembuangan sampah di Cipeucang, pengangkutan sampah dihentikan sementara.

“Sekarang enggak boleh buang di situ lagi. Itu baru satu minggu kemarin,” jelasnya.

Nasuha berharap agar pengangkutan sampah dapat kembali dilakukan secara rutin sehingga tidak menimbulkan bau dan mengganggu aktivitas pasar.

Penutupan tumpukan sampah tidak hanya terjadi di Serpong. Di kawasan Ciputat, tepatnya di bawah fly over, tumpukan sampah juga ditutup menggunakan terpal. 

Pedagang Keluhkan Bau Menyengat

Pedagang setempat, Agus Warsojeniawan, menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi bau menyengat yang banyak dikeluhkan warga.

Namun, Agus mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan dan pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan saat ini tengah melakukan penanganan sementara terhadap tumpukan sampah di sejumlah titik dengan menutupnya menggunakan terpal serta melakukan penyemprotan rutin guna meminimalisir bau tidak sedap.

Alasan Sampah Ditutup Terpal

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatullah, menjelaskan langkah tersebut dilakukan sambil memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan optimal.

"Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyemprotan menggunakan cairan ramah lingkungan dan petugas terus disiagakan untuk memantau kondisi di lapangan secara berkala.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Langkah teknis terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi,” pungkasnya. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved