Kamis, 23 April 2026

Berita Daerah

TERBONGKAR, Bupati Langkat Punya Penjara Tersembunyi: Isinya Pekerja Sawit, Habis Kerja Dikerangkeng

Penyintas dari Migrant Care menyebut ada indikasi perbudakan modern yang diduga dilakukan Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

Editor: Hertanto Soebijoto
Istimewa
Dari hasil penelusuran Migrant Care, suda ada 40 orang pekerja yang ditahan di penjara pribadi Terbit Rencana Peranginangin. (istimewa) 

TRIBUNTANGERANG.COM, MEDAN - Penjara tersembunyi yang diduga milik Bupati Langkat yang terkena OTT KPK, berhasil terungkap.

Penyintas dari Migrant Care menyebut, ada indikasi perbudakan modern yang diduga dilakukan Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

Adanya indikasi perbudakan modern itu mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 'Istana' Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, dan menemukan adanya penjara atau kerangkeng khusus.

Penjara Terbit Rencana
Penjara milik Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin

Meski Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyebut bahwa penjara atau kerangkeng itu

sebagai tempat rehabilitasi, nyatanya tempat itu tak mengantongi izinPenjara atau kerangkeng tersebut dibuat di belakang rumah Bupati Langkat.

Baca juga: Orang Nomor Dua di Langkat Belum Mau Komentar Soal OTT KPK

Baca juga: Sang Anak tak Terima Rahmat Effendi Disebut OTT KPK, Ade Puspitasari: Memang Kuning Sedang Diincar

Saat petugas KPK menggeledah kediaman Terbit Rencana Peranginangin, ditemukan empat orang pria di dalam penjara yang kabarnya dalam kondisi babak belur.

Dari penjelasan Kapolda Sumut, mereka yang ditahan oleh Terbit turut dipekerjakan di perkebunan sawit, dan kerja lainnya.

Inipula yang disinyalir menjadi temuan Migrant Care sebagai bentuk dugaan perbudakan modern.

Dari beberapa foto yang beredar, penjara pribadi milik Terbit itu seperti penjara seperti kebanyakan.

Ruangan khusus itu di dalamnya terdapat tempat tidur kayu untuk para tahanan.

Baca juga: Rumah Rahmat Effendi Langsung Senyap dan Tertutup sesaat setelah Kabar OTT KPK

Dari pengakuan pihak Migrant Care, mereka menerima 20 laporan terkait dugaan perbudakan modern ini.

Hari ini, Senin (24/1/2022), Migrant Care membuat laporan ke Komnas HAM. 

Usai membuat laporan, Migrant Care mau memaparkan lebih detail terkait adanya penjara pribadi yang diduga dipakai untuk menahan para pekerja.

Pekerja Perkebunan Sawit

Penanggung Jawab Migrant Care, Anis Hidayah menyebut bahwa penjara yang ada di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin cuma modus rehabilitasi.

Baca juga: Masih Ada Waktu 12 Hari, Raja OTT KPK Yakin Jokowi Berpihak kepada 56 Pegawai yang Diberhentikan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved