Pandemi Covid19

Tak Usah Panik! Menkes Ungkap Senjata Ampuh Hadapi Covid-19 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi saat ini, diibaratkan tengah dalam situasi berperang

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Lilis Setyaningsih
YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak Omicron terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. 

TRIBUNTANGERANG.COM,BEKASI SELATAN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi saat ini, diibaratkan tengah dalam situasi berperang, oleh karena itu ia yakin Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Sebab, Budi percaya jika dengan kekompakan masyarakat Indonesia dapat melalui pandemi ini, namun tentunya masyarakat berperan penting apakah Indonesia bisa menang menghadapi pandemi yang terjadi.

"Saya percaya Indonesia sudah berapa kali perang selalu menang. Yang penting kita mau kompak bekerjasama, kita memanfaatkan konsep pertahanan semesta. Di mana rakyat yang paling berperan menentukan apakah kita menang atau tidak," kata Budi Gunadi usai meninjau vaksinasi massal di Kota Bekasi, Selasa (8/2/2022)

Menurut Budi Gunadi, dalam menghadapi perang Pandemi ini. Ia menyebut bukanlah pistol maupun bom untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: Kapolri Sarankan Gunakan Masker Dobel Ketika Berada di Kerumunan

Ia mengungkapkan ada senjata yang paling ampuh untuk mengakhiri pandemi yang terjadi selama dua tahu ini.

"Senjatanya apa? Bukan pistol, bukan bom, bukan, senjatanya adalah pakai masker dan cepat divaksinasi. Semoga pandemi ini cepat berlalu," katanya.

Budi menekankan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak perlu panik dengan kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera menjalani vaksinasi, sebab beberapa masyarakat yang terpapar dan di rawat di rumah sakit akibat belum melakukan vaksinasi.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Satpol PP Tertibkan Tempat Hiburan Malam di Tangerang Bagian Selatan

"Saya tadi pagi baru ke Rumah Sakit Sulianti Saroso. Rumah sakit yang merawat pasien pertama yang kena di Kemang. Saya lihat berapa yang wafat, berapa yang dikasih ventilator, itu 60-70 persen belum divaksin atau vaksinnya tidak lengkap," ujarnya.

Selain beberapa masyarakat yang menjalani perawatan intensif tak lain masuk dalam kategori lansia dan komorbid.

Bahkan beberapa diantaranya ada yang belum menjalani vaksinasi dosis lengkap maupun booster.

"Jadi, kalau kita punya bapak, punya ibu, punya kakek, punya nenek yang masih belum divaksin, cepat-cepat divaksinasi. Adalah tugas kita untuk melindungi orangtua kita," ucapnya. (JOS)

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved