Virus Corona

ANIES Ungkap Fakta Angka Kematian Saat Ini Tidak Separah Gelombang Kedua Covid-19

Pada tahun 2021 lalu dalam satu hari pemakaman dengan menggunakan protap Covid-19 bisa mencapai 200 kali dalam satu hari.

Wartakotalive.com/Miftahul Munir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, meskipun tingkat penularan varian Omicron lebih cepat dan tinggi, tetapi tren kematiannya tidak ikut melonjak dibandingkan saat gelombang kedua Covid-19. Foto dok: Anies Rasyid Baswedan saat meninjau Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (1/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM GAMBIR -- Meskipun tingkat penularan varian Omicron lebih cepat dan tinggi, tetapi tren kematiannya tidak ikut melonjak dibandingkan saat gelombang kedua Covid-19.

Bahkan, pada tahun lalu dalam satu hari pemakaman dengan menggunakan protap Covid-19 bisa mencapai 200 kali dalam satu hari.

Fakta itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Instagram resminya @aniesbaswedan, yang dikutip Rabu (9/2/2022).

Video: Rencana Pemerintah Hadapi Covid-19 Varian Omicron

"Untuk angka kematian dapat kita sampaikan bahwa trennya tidak mengikuti tren gelombang kedua. Bila pada saat puncak gelombang kedua yang lalu angka kematian positif Covid-19 mencapai sampai 200-an dalam sehari. Saat ini angka kematian dalam kisaran 30 per hari," ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mengakui penularan Covid-19 saat ini di Ibu Kota kembali melonjak.

Bahkan, jumlah orang yang terinfeksi sudah menyamai ketika gelombang kedua Covid-19 pada Juni-Juli 2021.

Baca juga: Omicron pada Anak Patut diwaspadai, Bila Terkena Kerap Membutuhkan Perawatan

Baca juga: Tidak Selalu Ringan, Ada Kelompok yang Rentan Terkena Omicron dengan Gejala Lebih Berat

Orang nomor satu di Ibu Kota ini juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga Senin (7/2/2022), kasus aktif Covid-19 di Jakarta mencapai angka 74.000.

Lalu untuk hari sebelumnya, penambahan kasus Covid-19 harian bahkan memecahkan rekor dengan angka 15.825 kasus.

"Kemarin per tanggal 7 Februari 2022, kasus aktif di Jakarta mencapai angka 74.000. Dua hari sebelumnya yaitu tanggal 6 Februari penambahan kasus harian mencapai angka 15.825 kasus baru dalam sehari," jelas Anies.

"Jumlah kasus baru ini melebihi rekor penambahan kasus harian yang pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 12 Juli 2021, karena pada saat itu sekitar 14.500," tambahnya.

Anies menjelaskan, tingkat kematian saat ini lebih rendah karena dua faktor.

Baca juga: Siti Badriah dan Suami Umumkan Telah Sembuh dari Omicron Usai Jalani Isolasi Mandiri

Pertama adalah varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron yang meluas tidak mematikan seperti varian Delta meski kecepatan penularannya tinggi.

"Juga faktor vaksinasi dan kekebalan warga Jakarta yang sudah jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," tambah Anies.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved