Politik

Golkar DKI Solid di Barisan Airlangga Hartarto, Tolak Munaslub

(DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, memastikan bakal tetap solid berada di barisan komando Airlangga Hartarto.

Tribun Tangerang/Miftahul Munir
ilustrasi - Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar (kanan) sedang berbincang dengan Pro Suprapto dari Tribuntangerang.com, Minggu (27/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, memastikan bakal tetap solid berada di barisan komando Airlangga Hartarto.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar untuk menanggapi isu liar penggulingan Airlangga dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar lewat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).

“Terkait isu Munaslub yang saat ini berkembang, saya kira ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu soliditas Partai Golkar, yang saat ini justru kompak di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Airlangga Hartarto,” kata Zaki berdasarkan keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Tidak hanya itu, kata Zaki, Golkar DKI tetap berkomitmen mendukung Airlangga sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

Baca juga: Golkar DKI Jaring Ide dan Saran untuk Wujudkan Jakarta Sebagai Ibu Kota Ekonomi Kreatif

Hal ini didorong atas keinginan para kader, yang berharap adanya elit partai berlambang Pohon Beringin tersebut memenangkan Pemilu seperti 1997 silam.

“Jadi, jika ada pihak-pihak yang ingin melaksanakan Munaslub di luar koridor aturan partai, Golkar DKI Jakarta adalah pihak yang pertama menolak hal itu,” tegas Zaki.

Kepempimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar tak tergoyahkan.

Kabar adanya gerakan di internal Partai Golkar yang akan mendongkel Airlangga Hartarto dibantah ramai-ramai oleh elit beringin.

Baca juga: Golkar DKI Ungkap Kesiapan Hadapi Era Baru Pasca-IKN Dipindah Lewat Focus Group Discussion

Informasi yang menyebut akan terjadi Munaslub Golkar dipastikan hanya hoaks.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar HAM Nurdin Halid menegaskan, munaslub adalah hal luar biasa yang tidak bisa sembarang digelar.

Menurut Nurdin Halid, munaslub itu baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, melanggar AD/ART.

Sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART maka tidak ada alasan untuk melakukan munaslub.

Baca juga: Golkar DKI Bersikukuh Usung Zaki jadi Cagub DKI, Namun Akan Patuh Bila Ketum Pilih Airin

Kedua, lanjut Nurdin Halid, apabila ketua umum jadi tersangka kasus hukum, atau ada perbuatan pidana lain yang dia lakukan.

Dari kriteria sesuai AD/ART Golkar itu, tidak ada yang terjadi pada diri Airlangga Hartarto. Dengan demikian, tidak alasan menghadirkan Munaslub Golkar. (faf) 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved