Senin, 27 April 2026

Kasus Brigadir J

Perjalanan Kasus Brigadir J, Terekam Kamera CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo Dalam Keadaan Sehat

Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjadi misteri karena di jasad korban ada luka seperti luka sayatan senjata tajam

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Almarhum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Brigadir J Terekam CCTV di Rumah Pribadi Ferdy Sambo dalam Keadaan Sehat

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menjadi misteri, karena di jasad korban tidak hanya luka tembakan, tapi luka seperti sayatan senjata tajam.

Kapolri pun telah membentuk tim khusus dengan melibatkan Komnas HAM dan Kompolnas untuk mengusut kasus tersebut guna menjadikan terang menderang.

 

Baca Selengkapnya

Komnas HAM Sudah Rekam Pengakuan Bharada E, Tinggal Tunggu Keterangan Ferdy Sambo dan Istri

Bharada E (baju hitam), ajudan Kadivpropam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo yang dituduh menembak Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022, selesai diperiksa Komnas HAM RI, Selasa (26/7/2022).
Bharada E (baju hitam), ajudan Kadivpropam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo yang dituduh menembak Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022, selesai diperiksa Komnas HAM RI, Selasa (26/7/2022).(Kompas.com/Vitorio Mantalean)

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah merekam pengakuan Bharada E, pengawal Irjen Ferdy Sambo yang disebut-sebut sebagai pelaku penembakan yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan Bharada E mengaku terlibat dalam penembakan tersebut. Pengakuan itu disampaikan dalam pemeriksaan di Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

"Karena situasinya cepat, ini soal reflek. Ini kejadian cepat, (Bharada E) hanya berpikir bagaimana merespons yang dilakukan Brigadir Yoshua dan lain sebagainya," tutur Beka dalam tayangan Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (27/7/2022).

Beka Ulung Hapsara menegaskan, proses pengumpulan informasi belum selesai karena masih menunggu keterangan Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawati. "Untuk memastikan bahwa informasi-informasi yang sudah kami dapat benar adanya atau bahkan bisa kebalikannya," ujar Beka dikutip dari Kompas.com.

Komnas HAM sudah menggali keterangan dari semua pengawal dan ajudan Irjen Ferdy Sambo, mulai Selasa (26/7/2022). Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, yang disebut-sebut sebagai penembak Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) juga sudah diminta bicara jujur dan menyampaikan keterangan apa adanya.


Baca Selengkapnya

ART dan Ajudan Ferdy Sambo Diperiksa di Komnas HAM Terkait Penembakan Brigadir J

Sejumlah orang datang yang diduga ajudan dan ART dari Ferdy Sambo Datang ke Komnas HAM untuk lakukan pemeriksaan terkait kasus baku tembak Brigadir J
Sejumlah orang datang yang diduga ajudan dan ART dari Ferdy Sambo Datang ke Komnas HAM untuk lakukan pemeriksaan terkait kasus baku tembak Brigadir J(Tribun Tangerang/Alfian Firmansyah)

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan datangkan Ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo untuk lakukan pemeriksaan ke Komnas HAM. 

Pantauan wartawan Wartakotalive.com di lokasi sekira pukul 10.15 WIB, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022), diduga ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo tiba di lokasi. 

Diduga sejumlah pria datang dengan pengawalan ketat, lalu ada satu wanita berhijab hitam bermotif putih, dan berpakaian lengan panjang, diduga mereka ART dan ajudan dari Ferdy Sambo yang akan lakukan pemeriksaan terkait kasus polisi tembak polisi.


Kedatangan mereka, untuk melanjutkan pemeriksaan terkait penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.

Kemudian, disusul oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan yang datang sekitar pukul 11.20 WIB. 


Baca Selengkapnya

CCTV Tunjukkan Ferdy Sambo Lari ke Rumah Dinas, Putri Menangis dan Kembali ke Rumah Pribadi

Police line dipasang di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).
Police line dipasang di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).(Tribun Tangerang/Miftahul Munir)

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, penyelidikan kasus penembakan Brigadir Yosua atau Brigadir J terkendala ketiadaan rekaman CCTV dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Durentiga, Jakarta Selatan.

Peristiwa yang tidak terekam CCTV adalah aktivitas di rumah dinas Ferdy Sambo antara pukul 16.37 hingga pukul 17.00 WIB. Sedangkan penembakan yang menewaskan Brigadi Yosua diperkirakan terjadi menjelang pukul 17.00.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik menyatakan pihaknya telah meneliti rekaman CCTV di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Durentiga, Jakarta Selatan.

Rekaman itu antara lain menunjukkan pada pukul 16.37, istri Ferdy Sambo, Ny Putri Candrawathi meninggalkan rumah pribadi di Jalan Saguling menuju rumah dinas. Kedua rumah berjarak 500 meter.

Putri Candrawathi menumpang mobil dan dikawal oleh Brigadir J dan Bharada E.


Baca Selengkapnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved