Kasus Brigadir J

LPSK Beri Perlindungan Penuh, Edwin Partogi Ungkap Kondisi Bharada E yang Terpancing Lalu Tertawa

LPSK memberikan perlindungan penuh terhadap Bharada E, salah satu tersangka pembunuhan Brigadir J. Bharada E dalam kondisi baik dan bisa tertawa

Editor: Ign Prayoga
Kompas.com/Vitorio Mantalean
Bharada E (baju hitam), berstatus tersangka penembakan Brigadir J. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan Bharada E dalam perlindungan penuh LPSK dan sudah bisa tertawa. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengabulkan permohonan justice collaborator bagi Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi Irjen Ferdy Sambo.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Bharada E dalam keadaan aman. Bharada juga sudah merasa plong dan sudah bisa tertawa. Hal ini terjadi ketika Bharada E dipancing joke dan dia pun tertawa.  

Dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua yang skenarionya dirancang Irjen Ferdy Sambo, kepolisian sudah menetapkan empat tersangka.

Keempat tersangka adalah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dan asisten rumah tangga bernama Kuat Maruf.

Dalam kasus pembunuhan yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, keempat tersangka dijerat pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 tentang pembunuhan berencana.

Bharada E sebagai tersangka dan saksi kunci pembunuhan tersebut kini mendapat perlindungan penuh dari LPSK setelah permohonannya menjadi justice collaborator (JC) dikabulkan.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan setelah pihaknya mengabulkan justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kini perlindungan darurat untuk Bharada E dinyatakan dicabut.

"Keputusan ini sudah resmi, oleh karena itu perlindungan darurat yang diberi kita cabut," kata Hasto di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

"Kami sampai pada keyaninan bahwa Bharada E memang memenuhi syarat sebagai seorang justice collaborator," lanjut dia.

Adapun salah satu syarat yang menjadikan LPSK memutuskan untuk menerima justice collaborator adalah fakta bahwa Bharada E bukan pelaku utama.

Tak hanya itu, dalam perkara tewasnya Brigadir J , Bharada E menyatakan siap untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam mengungkap kejahatan yang sesungguhnya.

"Yang pertama karena yang bersangkutan buka pelaku utama, yang kedua bahwa yang bersangkutan menyatakan kesediannya untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum (APH) tentang berbagai fakta, berbagai kejadian di mana dia terlibat sebagai pelaku tindak pidana dan dia bersedia untuk mengungkap bahkan pada orang-orang yang mempunyai peran lebih besar ketimbang dia," kata Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu membeberkan kondisi Bharada E.

Kata Edwin, saat ini anggota polisi dari Korps Brimob Polri tersebut dalam keadaan baik dan sehat.

"Kondisi E secara fisik sehat, bisa sampaikan keterangan dengan baik," kata Edwin.

Lebih jauh, Edwin mengatakan, saat pertemuan terakhir Bharada E sudah bisa tertawa.

Edwin memastikan bahwa Bharada E saat ini sudah dalam keadaan aman.

Terlebih setelah Bharada E sudah mengungkapkan seluruh yang dia ketahui, sehingga kondisinya lebih plong.

"Tidak tertekan, ketika dipancing bercanda bisa ketawa artinya E tidak dalam kondisi mengkhawatirkan, aman," katanya.

Menyikapi dikabulkannya permohonan Justice Collaborator, kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan kliennya harus menerima sejumlah hak termasuk keringanan hukuman.

"Status Justice Collaborator ini berarti ada hak-hak khusus yang diberikan sebagai kompensasi yakni keringanan hukuman," kata Ronny saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/8/2022).

Lebih lanjut, Ronny menyatakan, dengan dikabulkannya Justice Collaborator ini maka pihaknya menilai kalau Bharada E harusnya dibebaskan.

Hal itu kata dia, demi memenuhi rasa keadilan karena memang pada faktanya Bharada E bukanlah aktor utama penembakan Brigadir J.

"Kami pengacara melihat, demi rasa keadilan, terhadap Bharada E ini layak untuk dibebaskan," kata dia.

"Karena faktanya dia (Bharada E-Red) tidak punya pengetahuan apalagi rencana untuk membunuh temannya sendiri," ujar dia. (Tribunnews.com/ Rizki/ Igman)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved