Mayat di Citra Garden

Pakar Psikologi Forensik Duga Satu Keluarga Tewas di Kalideres Memilih Mati dengan Pikiran Jernih

Satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat diduga ingin mati dengan tenang tanpa buat keributan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Garis polisi warna kuning dipasang di pagar rumah lokasi penemuan empat jenazah di perumahan Citra Garden Ekstension, Kalideres, Jakarta Barat. 

Ketiga, keberadaan jenazah yang ditemukan di sejumlah ruang berbeda dan dalam keadaan terbaring di kasur maupun tergeletak di sofa, mengindikasikan kesengajaan korban berada di sana.

Para korban ingin memperlihatkan bahwa mereka sengaja meninggal di titik-titik tersebut.

Baca juga: Dirkrimum Polda Metro Jaya Sebut Telah Kantongi Motif Satu Keluarga Tewas di Citra Garden

"Kabar bahwa posisi jenazah yang maaf tidak bergelimpangan di sana sini, tetapi berada di titik-titik tertentu. Seolah-olah mengindikasikan mereka sengaja berada di titik tersebut," jelas Reza.

Jika para korban benar sengaja menyongsong kematian secara damai, lanjut Reza, maka kasus ini sekaligus membantah teori klasik bahwa bunuh diri terjadi lantaran keputusasaan.

"Kalau ini yang menjadi situasi atau penjelasannya, maka terbantahkan sesungguhnya teori-teori klasik yang mengatakan bunuh diri adalah puncak dari keputusasaan, kondisi dari tekanan batin nyata yang tak tertahankan, kondisi yang di luar kelaziman yang tidak mungkin dilakukan manusia yang punya akal sehat.

Maka, pandangan sedemikain rupa nampaknya terpatahkan," jelas Reza.

Di sisi lain, ketenangan yang diduga dipilih oleh korban ini bukan berarti tidak menunjukkan adanya keputusasaan.

"Tidak bisa kemudian kita pukul rata sebagai cerminan adanya kegunjangan jiwa atau keputusasaan mendalam, tidak.

Baca juga: Pakar Forensik Emosi Duga Satu Keluarga Tewas di Citra Garden Menganut Kepercayaan Santhara

Reza juga menduga, para korban berpikir secara jernih saat memutuskan untuk meninggal dunia di dalam rumahnya.

“Mereka punya perencanaan yang cukup matang untuk mengatakan pada tanggal sekian dan jam sekian saya ingin mengakhiri hidup dengan tenang dengan menggunakan cara yang saya pilih sendiri," pungkas Reza.

"Kalau ternyata empat orang ini wafat dengan latar belakang situasi tersebut, maka kita perlu memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah memilih mengakhiri hidup mereka dengan cara yang setenang mungkin, sedamai mungkin, menurut mereka," tutup dia.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Analisis Psikolog Forensik: Penuh Persiapan, Keluarga di Kalideres Seolah Ingin Mati dengan Tenang...", 
 
 
 
 


 
 
 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved