Pendidikan

Anggota DPRD Tangsel Alex Prabu Sebut Lengkong Gudang Timur dan Buaran Butuh SMP Negeri

Alex Prabu mengatakan, wilayah Lengkong Gudang Timur dan Buaran memerlukan sekolah menengah pertama negeri (SMPN).

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Alex Prabu, ketua fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan mengatakan, Kota Tangerang Selatan kekurangan sekolah menengah pertama negeri, khususnya di Lengkong Gudang Timur dan Buaran. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Ketua fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan Alex Prabu mengatakan, wilayah Lengkong Gudang Timur dan Buaran memerlukan sekolah menengah pertama negeri (SMPN).

Bahkan, kata Alex Prabu, Lengkong Gudang Timur menjadi wilayah paling krusial akan ketersediaan SMP. 

"Itu yang paling prihatin, mereka minta sekolah SMP karena di lingkungan mereka tidak ada sekolah SMP Negeri," kata Alex Prabu saat dikonfirmasi, Rabu (25/1/2023).

Alex Prabu menambahkan, tidak ada SMP di beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan membuat sistem zonasi sulit diterapkan saat pendaftaran siswa baru.

Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah setempat memerhatikan ketersedian SMP.

Padahal, pengajuan pendirian sekolah telah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya tapi belum ada realisasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan selalu beralasan tidak tersedianya lahan untuk pembangunan SMP Negeri di wilayah tersebut.

"Belum terealisasi, itu yang menjadi masalah. Kemungkinan tidak ada lahan. Bayangan saya, kalau pemerintah serius terhadap pendidikan, harus dicari dong, dibeli," ujarnya.

Lalu, dia  menyinggung terkait rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026.

Pada bab VI soal strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah, point 6.4.1, Pemkot Tangsel memiliki strategi meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan berkualitas.

Penjabarannya menyebutkan, Pemerintah Tangerang Selatan akan mengutamakan pelaksanaan pembangunan sekolah, dengan kondisi lahan yang sudah siap, dan lahan milik daerah.

Kondisi saat ini, masih banyak bangunan sekolah masih menumpang tanah wakaf milik masyarakat, dan lahan milik pemerintah pusat.

Siasat yang bisa dilakukan karena biaya lahan mahal, kata Alex Prabu, pembangunan gedung sekolah secara vertikal dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan daya tampung sekolah.

Program ini menjadi penting mengingat setiap tahun daya tampung sekolah masih belum memenuhi kebutuhan.

Apalagi ada kebijakan zonasi yang membutuhkan persebaran sarana pendidikan secara merata.

"Untuk 2023-2024, SDM kita, harus dikembangkan, salah satunya melalui pendidikan. Jangan sampai ada yang tidak sekolah, minimal Paket A, B, atau C," kata Alex Prabu.

Baca juga: Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel Alex Prabu Anggap Progres Penanganan Banjir di Tangsel Jalan di Tempat

Baca juga: Dana Progam Indonesia Pintar Dikorupsi Mantan Kepala SMPN 17 Tangsel, Ribuan Siswa Jadi Korban

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved