Literasi
Webinar Literasi Digital: Hati-hati Rekam Jejak Digital, Jangan Dianggap Sepele
Pengaruh rekam jejak digital jangan dianggap sepele karena itu bisa membawa pengaruh ke kehidupan kita baik dan buruknya.
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 73,7 persen, dan ini adalah angka yang sangat besar mengingat besarnya jumlah populasi penduduk Indonesia.
Oleh sebab itu, Wakil Ketua Siberkreasi Entrepreneur, Mira Sahid mengatakan, penting bagi kita semua untuk memahami media sosial sebagai tempat untuk bertumbuh.
Selain itu, aktivitas kita di dunia digital beragam dan bermacam-macam, dari mulai bersosialisasi hingga bertransaksi.
Begitu pula dalam hal distribusi informasi di media sosial.
"Think before posting, jangan sampai kita menebar berita hoax, ujaran kebencian, dan provokasi. Kita harus lebih cakap dalam bermedia digital untuk selalu menjadi generasi Indonesia yang terdepan," kata Mira dalam Webinar Literasi Digital di wilayah Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya dengan tema 'Hati-hati Rekam Jejak Digital', Rabu (24/5/2023) lalu.
Sedangkan menurut Gde Sastrawangsa, Dewan Pembina Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bali, rekam jejak digital atau jejak aktivitas kita selama berselancar di internet berupa dokumen maupun unggahan di akun media sosial kita.
"Pengaruh rekam jejak digital jangan dianggap sepele karena itu bisa membawa pengaruh ke kehidupan kita baik dan buruknya," katanya.
Lebih lanjut Gde Sastrawangsa mengatakan, cara merawat jejak digital kita adalah dengan bijak sebelum menulis, memeriksa jejak digital, bangun citra diri yang positif.
"Selain itu kendalikan apa yang ingin kita keluarkan (posting), be your best self, selalu berpikir kritis terhadap segala sesuatu di ruang digital," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Brealdy Angela Lerrick, Putri Indonesia NTT 2022 mengimbau terkait banyak terjadi kasus penyalahgunaan data pribadi.
Menurutnya, setiap data tentang kehidupan seseorang yang dapat diidentifikasi melalui sistem elektronik data pribadi dijaga dan dilindungi kerahasiaannya.
Resiko ketika data pribadi bocor dapat mengakibatkan hilangnya rasa aman, transaksi ilegal.
"Upaya yang dapat kita lakukan yaitu dengan cara ganti password secara berkala, aktifkan 2F security, jangan mudah klik link yang mencurigakan," kata Angela.
"Unduh aplikasi dari situs resmi dan terpercaya, rutin melakukan update sistem,. Jaga baik-baik privasi kita di media sosial, jangan pernah mengumbar data pribadi demi menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Sementara itu, kegiatan webinar ini digelar dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Webinar-Literasi-Digital.jpg)