Kisah Inspiratif
Kisah Kampung Wisata Keramba 22 yang Kini Jadi Pusat Konsumsi Ikan di Tangerang
Kampung Wisata Keramba 22 telah menjadi mata pencaharian utama puluhan warga yang tinggal di Perumahan Garden City Residen.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Suasana langit cerah, diiringi hembusan angin sejuk menemani aktivitas Minggu (11/9/2024) pagi Muhammad Afendhi berjalan di atas tumpukan bambu yang tersusun rapi di atas danau Perumahan Garden City Residen, Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang.
Dengan mengenakan kaus berwarna biru garis-garis hitam dan putih, serta mengenakan celana panjang hitam, Afendhi menebar pelet untuk ikan-ikan yang telah dipeliharanya selama tiga tahun terakhir.
Ikan itu diternak di atas ratusan jaring apung dan disangkutkan pada tumpukan bambu sedemikian rupa hingga membentuk keramba.
Afendhi merupakan salah satu dari 30 orang petani keramba di Perumahan Garden City Residen yang sukses akibat Pandemi Covid-19.
Sukses dalam sektor mata pencaharian karena Pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, menjadi kata yang tepat untuk disematkan kepadanya.
Pasalnya, Afendhi yang sebelumnya sempat terpuruk karena kehilangan pekerjaan, kini berubah 180 derajat, lantaran mampu meraup puluhan juta setiap bulan dari pekerjaan barunya, yakni petani keramba.
Berawal Pandemi
Muhammad Afendhi pun menceritakan awal mula terbentuknya Kampung Wisata Keramba 22 yang telah berperan besar menghidupi warga yang tinggal di Perumahan Garden City Residen.
Berawal dari pahitnya hidup akibat terpaan Pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan lantaran pembatasan aktivitas yang diterpkan Pemerintah Pusat.
Saat itu, hampir seluruh warga yang tinggal di Perumahan Garden City Residen kehilangan pekerjaannya. Tidak adanya penghasilan, memaksa masyarakat harus memutar otak guna memiliki penghasilan.
Kerukunan yang terjalin selama tinggal di Perumahan Garden City Residen membuat warga berkumpul atau berembuk saling bertukar pikiran untuk dapat tetap menghidupi keluarga.
Dari hasil berkumpul tersebut, ide brilian pun muncul untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitar tempat tinggal mereka.
"Awal berdiri Kampung Wisata Keramba 22 ini berawal dari terpaan Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu yang membuat banyak warga harus kehilangan pekerjaan karena dirumahkan oleh perusahaannya masing-masing," ujar Muhammad Afendhi yang merupakan Wakil Ketua Kampung Wisata Keramba 22 itu saat diwawancarai TribunTangerang.com.
"Karena sudah tidak ada pemasukan pendapatan, jadi warga pun berembuk dan sepakat mendirikan lumbung pangan dengan memanfaatkan danau yang ada di sekitar sini," sambungnya.

Atlet Silat UBSI Sukses Raih 3 Emas di UNC 1 2025 |
![]() |
---|
Berawal Iseng, IRT Ini Dapat Cuan Maksimal dari Usaha Cendol Jelly Kenyal |
![]() |
---|
Tangan Ajaib Nelayan Mauk Tangerang, Hasilkan Miniatur Kapal Pinisi dari Limbah Bambu dan Kayu Palet |
![]() |
---|
Jadi Nakhoda Kapal Nelayan di Ancol Selama 35 Tahun, Ayib Bisa Hidupi Seorang Istri dan 6 Anak |
![]() |
---|
Cerita Yatimin Pengukir Patung Yesus dan Bunda Maria di Tangerang Selatan Lebih dari 2 Dekade |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.