Kisah Inspiratif
Kisah Kampung Wisata Keramba 22 yang Kini Jadi Pusat Konsumsi Ikan di Tangerang
Kampung Wisata Keramba 22 telah menjadi mata pencaharian utama puluhan warga yang tinggal di Perumahan Garden City Residen.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Mulanya, gagasan memanfaatkan sumber daya alam itu tentu mendapat penolakan dari sejumlah warga. Bagaimana tidak, danau yang saat ini dijadikan warga sebagai keramba, dulunya sangat tidak terurus.
Namun setelah mematangkan rencana memanfaatkan danau, beberapa warga pun mulai mengerjakannya dengan membersihkan permukaan danau yang dipenuhi tanaman-tanaman liar.
Setelah membersihkan area danau, menyiapkan peralatan, hingga mempetakan area danau secara bergotong royong, akhinya empat keramba pun resmi terbentuk.
Dengan bermodalkan membaca buku dan mempelajari cara beternak ikan setiap hari, akhirnya keramba yang diharapkan dapat menghidupi keluarga dapat berbuah hasil.
Keberhasilan tersebut kemudian menarik perhatian warga lainnya dan menjadi pemacu untuk ikut serta menjadi peternak ikan.
Kini jumlah keramba yang ada di danau Perumahan Garden City Residen tersebut telah tembus hingga sebanyak 188 keramba yang dimiliki oleh puluhan warga.
"Awalnya itu hanya 4 keramba yang kami buat, tapi sekarang sudah ada sampai 188 keramba milik 30 orang anggota atau warga yang membudidayakan beragam jenis ikan, mulai dari ikan mas, ikan nila, ikan gurame, hingga ikan patin," kata dia.
"Tentu perjuangannya tidaklah mudah, karena setiap hari kami mempelajari kenapa sampai ada ikan yang mati, kenapa ukuran ikannya enggak besar, kandungan jenis air danau harus gimana, semua itu kami pelajari sendiri secata otodidak tanpa memiliki ilmu dasar beternak sebelumnya," ungkapnya.
Penghasilan Puluhan Juta Setiap Bulan
Kini, Kampung Wisata Keramba 22 telah menjadi mata pencaharian utama puluhan warga yang tinggal di Perumahan Garden City Residen.
Pasalnya, para petani keramba yang awalnya tidak berbekal ilmu tersebut telah sangat amat mahir dalam sektor beternak ikan.
Sebab dari sebelumnya bergantung dengan kondisi alam, sekarang mereka bahkan telah mampu membuat siklus ikan-ikan yang diternak agar dapat dipanen setiap bulannya.
Dari 30 orang petani tambak, Kampung Wisata Keramba 22 mampu memanen bergaam jenis ikan dengan jumlah 25 ton setiap bulannya secara rutin secara bergantian atau bahkan beriringan.

Omzet yang diraih pedagang dari hasil memanen puluhan ton ikan tambak tersebut kini telah mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta di setiap bulan.
Jumlah ikan yang mampu dipanen setiap bulannya berkisar mulai dari 500 kilogram (kg), hingga jumlah yang fantasitis, yaitu sebanyak 20 ton dengan harga untuk satu ton ikan senilai Rp 18 juta.
Atlet Silat UBSI Sukses Raih 3 Emas di UNC 1 2025 |
![]() |
---|
Berawal Iseng, IRT Ini Dapat Cuan Maksimal dari Usaha Cendol Jelly Kenyal |
![]() |
---|
Tangan Ajaib Nelayan Mauk Tangerang, Hasilkan Miniatur Kapal Pinisi dari Limbah Bambu dan Kayu Palet |
![]() |
---|
Jadi Nakhoda Kapal Nelayan di Ancol Selama 35 Tahun, Ayib Bisa Hidupi Seorang Istri dan 6 Anak |
![]() |
---|
Cerita Yatimin Pengukir Patung Yesus dan Bunda Maria di Tangerang Selatan Lebih dari 2 Dekade |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.