Perang Palestina Israel

Mesir Tak Mau Gurun Sinai Jadi Penampungan Warga Gaza Palestina, Siap Pertaruhkan Nyawa

Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly menegaskan negaranya menolak wacana relokasi warga Gaza ke wilayah Sinai.

Editor: Ign Prayoga
Bloomberg/TC
Warga Palestina menghuni tenda-tenda yang didirikan untuk mereka. Warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat perintah evakuasi dan antisipasi serangan udara Israel, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Oktober 2023. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Masa depan warga Gaza Palestina cukup mengkhawatirkan.

Israel diperkirakan akan memaksa warga Gaza pindah ke gurun Sinai, Mesir.

Namun hal ini juga tidak mudah.

Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly menegaskan negaranya menolak wacana relokasi warga Gaza ke wilayah Sinai.

Madbouly mengatakan Mesir berkomitmen untuk melindungi tanah dan kedaulatannya dengan cara apa pun.

Pernyataan Madbouly ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana Israel untuk mendesak warga Palestina di Gaza agar mengungsi ke gurun Sinai.

"Kami siap mengorbankan jutaan nyawa untuk melindungi wilayah kami dari gangguan apa pun,” kata Madbouly dalam pidatonya di Sinai, Rabu (1/11/2023).

Madbouly mengeluarkan pernyataan ini pada sebuah acara yang dihadiri oleh para pemimpin militer, para pemimpin suku lokal, anggota-anggota parlemen, dan para politisi.

Madbouly menambahkan Mesir tidak akan pernah membiarkan negaranya kena imbas biaya dan risiko keamanan yang timbul jika jutaan pengungsi Gaza datang ke negaranya.

Relokasi Paksa

Israel dikabarkan memiliki rencana merelokasi paksa warga Gaza ke wilayah Mesir. Hal ini diketahui dari sebuah dokumen intelijen Israel yang bocor ke publik.

Dokumen itu berisi proposal untuk memindahkan penduduk Jalur Gaza ke Sinai setelah Hamas digulingkan di daerah kantong Palestina tersebut.

Menurut dokumen yang diterbitkan oleh media Israel, Israel akan berupaya mengevakuasi penduduk sipil terlebih dahulu ke kota-kota tenda dan kemudian ke kota-kota permanen yang akan didirikan di Sinai Utara.

Inisiatif tersebut, yang diterbitkan pada 13 Oktober, mencakup pembentukan zona penyangga “steril” selebar beberapa kilometer di Mesir dan tidak mengizinkan kembalinya penduduk di dekat perbatasan Israel.

Awal bulan November ini, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon mengatakan kepada Al Jazeera bahwa warga Palestina di Gaza harus mengungsi dari tempat tinggal mereka dan pindah ke Gurun Sinai di Mesir, di mana kota tenda sementara dapat didirikan untuk mereka, di tengah pemboman Israel terhadap wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com  

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved