Perang Palestina Israel
Hamas Dikabarkan Kalah, 50.000 Warga Gaza Mengungsi, Kibarkan Kain Putih dan Jalan Kaki ke Selatan
Militan Hamas Palestina dikabarkan kalah dari pasukan Israel hingga puluhan ribu warga Gaza terpaksa mengungsi ke wilayah selatan
TRIBUNTANGERANG.COM - Militan Hamas Palestina dikabarkan kalah dari pasukan Israel.
Hal ini berdampak pada nasib puluhan ribu warga Gaza.
Sebanyak 50.000 warga sipil dari wilayah Gaza Utara dilaporkan mengungsi ke wilayah selatan Palestina, usai militan Hamas kehilangan kendali lantaran kalah menghadapi serangan militer Israel.
"Kami melihat hari ini sekitar 50.000 warga Gaza bergerak dari Gaza utara ke Gaza Selatan. Mereka mengungsi karena memahami bahwa Hamas telah kehilangan kendali di utara," kata juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, dikutip dari Reuters, Kamis (9/11/2023).
Tak hanya laki-laki dewasa dalam rombongan tersebut perempuan, anak-anak, hingga orang lanjut usia ikut berjalan kaki untuk mengungsi ke wilayah Selatan Palestina yang saat ini dianggap aman. Dengan membawa kartu tanda pengenal puluhan ribu warga berjalan beriringan sambil mengibarkan bendera putih.
Baca juga: Taktik Cerdas Hamas Membuat Israel Babak Belur, Tembok Super Canggih Ternyata Omong Kosong
"Pada saat yang sama kami melihat ribuan orang bergerak ke selatan. Mereka berjalan kaki. Mereka mengibarkan bendera putih karena takut diserang. Mereka bergerak bersama dalam jumlah besar, dengan keyakinan akan aman," ujar laporan jurnalis Al Jazeera di Gaza, Alan Fisher.
10.400 Warga Palestina Tewas
Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan perang dan bersumpah negaranya akan melakukan balas dendam atas serangan yang dilakukan pasukan Hamas pada Oktober.
Sejak pernyataan perang itu, total korban tewas di jalur Gaza mencapai 10.328 orang, sementara korban jiwa di Tepi Barat tembus 150 orang.
Organisasi kemanusian PBB, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) bahkan menyebut Gaza sebagai kuburan anak-anak. karena ratusan anak perempuan dan anak laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari.
Kondisi memprihatinkan juga tampak pada tenda pengungsian di wilayah Gaza, jutaan penduduk saat ini tengah terancam mengalami kelaparan, pasca ratusan truk yang membawa pasokan bantuan internasional tertahan di Sinai Utara, Mesir lantaran tak diizinkan militer Israel memasuki zona pertempuran di wilayah jalur Gaza.
Baca juga: Hamas Ancam Eksekusi Tawanan jika Israel Nekat Menyerang Jalur Gaza
"Akses terhadap makanan pokok telah menjadi tantangan yang semakin meningkat di Gaza," lapor Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
"Ini karena persediaan makanan yang masuk dari Mesir mencakup makanan siap saji tertahan sehingga tidak dapat didistribusikan kepada pengungsi dan keluarga di Gaza selatan, dan hanya tepung yang bisa disuplai ke toko roti," ujar OCHA sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor.
Tak hanya memblokir akses pangan, baru-baru ini pemerintah Israel juga memblokade akses air dan aliran listrik yang masuk ke wilayah Gaza, kondisi ini yang kemudian membuat tempat-tempat penampungan terancam jadi pusat penularan wabah.
Lantaran stok air bersih semakin menipis, sementara blokade listrik memicu pemadaman total yang berdampak pada berhentinya operasional 80 sumur dan pabrik desalinasi atau pengolahan limbah air.
"Beberapa tren yang mengkhawatirkan sudah mulai muncul, di tengah pengungsi yang membludak kini sistem air dan sanitasi terganggu, hal ini yang dikhawatirkan dapat menimbulkan bahaya tambahan, yaitu penyebaran penyakit menular yang cepat,” kata Netanyahu.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Respon Benjamin Netanyahu Terkait Tewasnya Pimpinan Hamas Yahya Sinwar: Ini Bukan Akhir Perang Gaza |
![]() |
---|
Rumahnya Dibom Tentara Israel, Dokter Palestina Lulusan UNS Solo Tewas |
![]() |
---|
Ditengah Ancaman Diboikot, Grab Kirim Dana Kemanusian Rp 3.5 Miliar ke Gaza |
![]() |
---|
Kemenlu RI Ungkap Sulit Evakuasi WNI di Gaza Hanya Ada Satu Pintu Keluar Pemeriksaan Berlapis-lapis |
![]() |
---|
Mesir Tak Mau Gurun Sinai Jadi Penampungan Warga Gaza Palestina, Siap Pertaruhkan Nyawa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.