Perang Palestina Israel

Ditengah Ancaman Diboikot, Grab Kirim Dana Kemanusian Rp 3.5 Miliar ke Gaza

Baru-baru ini aplikasi layanan ride hailing grab menjadi perbincangan di masyarakat, setelah istri salah satu pendiri Grab diduga mendukung Israel.

Editor: Joko Supriyanto
AFP/Jalaa Marey
Konvoi tank Merkava Israel meluncur di jalan di pinggiran kota utara Kiryat Shmona dekat perbatasan dengan Lebanon pada 8 Oktober 2023. Hizbullah Lebanon dan Israel mengatakan mereka saling baku tembak lintas batas pada 8 Oktober, saat Israel melawan pejuang Hamas, di sisi selatan. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Baru-baru ini aplikasi layanan ride hailing grab menjadi perbincangan di masyarakat, setelah istri salah satu pendiri Grab diduga mendukung Israel.

Chloe Tong sempat ramai diperbincangan setelah menggunggah melalui akun media sosialnya berkaitan dengan Israel.

Unggahan Istri salah satu pendiri Grab Anthony Tan dari Singapura itu pun kini viral di media sosial.

Dalam tangkapan layar yang tersebar, Chloe berbicara tentang perjalanannya ke Israel, ia juga menceritakan bagaimana menyukai perjalanan itu, hal ini lah yang dianggap nettizen sebagai bentuk dukungan kepada Israel.

Masyarakat yang pro Palestina pun akhirnya menyerukan untuk memboikot layanan Grab tersebut karena dianggap mendukung Israel.

Baca juga: Dokumen Kementerian Intelijen Bocor, Israel Berniat Pindahkan Warga Palestina ke Mesir

Bahkan di Indonesia, mulai muncul ajakan untuk memboikot layanan tersebut menyusul unggahan yang disampaikan oleh Chloe.

Tak ingin berdampak pada layanan Grab di Indonesia, Grab Indonesia pun buru-buru memberikan klarifikasinya.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Grab menjelaskan bahwa postingan Chloe tidak mewakili perusahaan.

Baca juga: Belasan Tentara Israel Tewas, Rudal Hamas Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Pengangkut Pasukan Musuh

Sementara terkait konflik Palestina-Israel, Grab menyatakan pihaknya tidak pernah mendukung tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Grab, dalam pernyataan resminya juga menegaskan mereka berdiri di sisi kemanusiaan dan mengharapkan perdamaian.

Saat ini, Grab Indonesia bersama Ovo sedang menyiapkan dana kemanusiaan sebesar Rp 3,5 miliar untuk Gaza.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi berharap bantuan itu dapat meringankan warga yang terdampak perang.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan penderitaan korban konflik gaza agar dapat dimanfaatkan sesuai yang dibutuhkan di lapangan," tulis pernyataan Grab.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui BenihBaik.com, platform crowdfunding dan CSR marketplace independen di Indonesia.

Daftar Produk yang Mendukung Israel

Simak daftar produk-produk yang terlibat langsung dalam mendukung Israel yang melakukan genosida terhadap Palestina.

1. HP

Hewlett Packard (HP) menyediakan perangkat keras komputer untuk tentara Israel dan memelihara pusat data melalui server mereka.

HP juga menyediakan server Itanium untuk mengoperasikan Sistem Aviv, database komputerisasi Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel.

Sistem tersebut dibuat untuk segregasi rasial dan apartheid (pemisahan ras) di Israel.

HP diketahui juga membantu menjalankan sistem ID biometrik yang digunakan Israel untuk membatasi pergerakan warga Palestina.

2. Siemens

Siemens terlibat dalam pemukiman ilegal Israel melalui rencana pembangunan EuroAsia Interconnector.

Teknologi itu akan menghubungkan jaringan listrik Israel dengan jaringan listrik Eropa.

Teknologi tersebut memungkinkan pemukiman ilegal di tanah Palestina yang dicuri, digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan listrik Israel-Uni Eropa yang dihasilkan dari gas fosil.

3. AXA

AXA berinvestasi di bank-bank Israel, yang membiayai pencurian tanah dan sumber daya alam Palestina.

Per Mei 2021, AXA masih menjadi pemegang saham dua bank, yaitu Bank Leumi (5 juta dolar AS) dan Israel Discount Bank (1,2 juta dolar AS).

Perusahaan asuransi multinasional Prancis ini juga sempat berinvestasi pada Elbit Systems, produsen senjata terkemuka di Israel yang memfasilitasi kejahatan perang Zionis terhadap warga Palestina.

Namun, di tahun 2018, AXA menjual saham mereka di Elbit Systems.

4. Puma

Puma merupakan sponsor utama Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), yang mencakup tim-tim pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina yang didduduki.

Selain itu, pemegang lisensi eksklusif Puma saat ini dan sebelumnya di Israel, beroperasi di pemukiman ilegal Israel.

Sponsor Puma terhadap IFA membantu menjaga keterlibatan langsungnya dalam pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.

Hal ini memungkinkan rezim pemukiman Israel terus berlanjut dan berkembang.

Puma sendiri telah menghadapi kritik atas 'niat baiknya' pada Israel.

Tetapi, saat itu Puma menanggapi kampanye tersebut dengan mengklaim "pengabdian terhadap kesetaraan universal".

5. SodaStream

SodaStream secara aktif terlibat dalam kebijakan Israel yang menggusur warga asli Badui-Palestina Israel di Naqab (Negev).

Perusahaan sparkling water ini memiliki sejarah panjang penganiayaan dan diskriminasi terhadap pekerja Palestina.

6. Ahava

Lokasi produksi, pusat pengunjung, dan toko utama Ahava berada di pemukiman ilegal Israel.

7. Sabra

Sabra hummus adalah perusahaan patungan antara PepsiCo dan Strauss Grup, sebuah perusahaan makanan Israel yang memberikan dukungan finansial terhadap tentara Zionis.

8. Buah dan sayuran Israel

Buah-buahan, sayur-sayuran, dan anggur dari Israel sering kali diberi label sebagai "Produk dari Israel".

Padahal, buah, sayur, dan anggur itu berasal dari tanah Palestina yang dicuri.

9. Carrefour

Carrefour adalah penggerak genosida.

Carrefour-Israel telah mendukung tentara Zionis yang mengambil bagian dalam genosida terhadap warga Palestina di Gaza, dengan memebrikan hadiah berupa paket pribadi.

Pada 2022, mereka menjalin kemitraan dengan perusahaan Israel, Electra Consumer Products, dan anak perusahaannya, Yenot Bitan.

Kedua perusahaan itu terlibat dalam pelanggaran berat terhadap warga Palestina.

 

(TribunTangerang/Tribunnews.com)

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved