Selasa, 12 Mei 2026

Pilpres 2024

Jawaban Prabowo Subianto Usai Terima Sindiran Capres Sering Joget-joget

Prabowo Subianto buka suara terkait banyak sindiran perihal aksinya yang sering joget-joget saat melakukan kampanye.

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Joko Supriyanto
Tim Prabowo-Gibran
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, berjoget bersama Denny Cak Nan di Lapangan Gajayana, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/2).Prabowo yang hadir dalam acara kampanye akbar Partai Demokrat tersebut disambut oleh puluhan ribu massa yang menyerukan namanya. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengaku cemas karena aksi jogetnya kerap dikritik sejumlah pihak. 

Kendati begitu, Prabowo sudah tahu cara menepis kritik tersebut. 

Hai itu disampaikan Prabowo saat kampanye akbar bersama Partai Demokrat di Stadion Gajayana Kota Malang Jawa Timur, Kamis (1/2/2024).

"Saudara-saudara telah membuat saya tambah muda lagi, tapi saya agak waswas, saya cemas karena saya dikatakan kok capres joget-joget terus sih? Saya jawabnya begini, coba tunjuk dalam UUD 45 ada nggak larangan joget?" tutur Prabowo. 

Sebelumnya, pantauan dilokasi, terdapat momen unik yakni Prabowo Subianto berjoget riang dengan para elite Demokrat yakni SBY, AHY bersama istrinya yakni Annisa Pohan dan juga Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. 

Ibas pun terlihat melempar bola berwarna putih biru kepada para kader. 

Baca juga: Fahri Hamzah Klaim Pilpres Bakal 1 Putaran, Pemilih 01 dan 03 Disarankan Merapat ke Prabowo-Gibran

Adapun momen Prabowo berjoget bareng elite Partai Demokrat saat penyanyi Denny Caknan "Kartonyono Medot Janji"

Prabowo pun langsung berjoget ke depan panggung dan menyapa para penonton hingga kader yang berada di lokasi Stadion Gajayana Kota Malang Jawa Timur.

Tak hanya itu, sebelum berjoget riang terdapat momen juga penerjun profesional yang membawa bendera bertulis Partai Demokrat, Demokrat untuk Prabowo dan bendera Indonesia merah putih.

Anies Beri Sindiran

Capres 01 Anies Baswedan menilai penting berkampanye menggunakan cara menyerap aspirasi lewat diskusi. 

Menurutnya, kampanye yang hanya mengandalkan gimmick berjoget semata mulai berkurang.

"Alhamdulilah sekarang dengan kita melakukan kegiatan tukar pikiran seperti ini, tampaknya kegiatan kampanye yang hanya joget-joget berkurang volumenya," kata Anies saat menghadiri perayaan Imlek bersama KOMIT di kawasan Glodok Chinatown, Jakarta Barat, Senin (29/1/2024).

Saat ini, Anies menyebut warga Indonesia tengah dihadapkan dengan pemilihan kepala negara yang berwenang mengambil keputusan. 

Agar gelaran Pilpres 2024, Anies menilai perlu adanya peningkatan terhadap kualitas demokrasi.

"Ketika joget-joget yang datang juga tanya emang kita mau milih penari?

Baca juga: Deklarasi Dukungan, PRAKA Tangsel Siap Kawal Prabowo Gibran Menang Satu Putaran

Pemimpinlah. Kita mau pilih orang buat ambil keputusan bukan? Saya mau tanya a-b-c-d, betul ditanyain," katanya.

"Jadi kita ingin meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia, kita ingin meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia, kita ingin meningkatkan kualitas kampanye.

Jadi ketika kita bilang perubahan tidak dimulai ketika memerintah, dimulai saat berkampanye," ujar Eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Anies lebih lanjut menekankan, kontestasi Pilpres bertujuan mencari pemimpin yang menawarkan gagasan untuk kemajuan bangsa. 

"Ini adalah tentang gagasan bukan kampanye sekedar tentang tampilan foto.

Baca juga: Prabowo-Gibran Bertemu Sri Sultan HB X, Diberi Wejangan dan Bahas Berbagai Hal

Kenapa? Karena kita sedang memilih orang untuk ambil keputusan. Kan bukan milih orang untuk dipajang fotonya," ujarnya.

Menurutnya, jika memang pemimpin tersebut hanya ingin dipajang, lebih baik ambil foto yang ada di baliho dan pilih yang paling bagus.

"Betul, tidak? Tapi kita mau pilih orang yang mau ambil keputusan atas nama rakyat, atas nama negara pertanyaannya kita mau mengambil keputusan pakai apa memilihnya. Kami memandang dengan cara diskusi dialog," sambungnya.

Oleh karena itu, Anies memandang pentingnya menyerap aspirasi warga melalu diskusi, meskipun pada akhirnya tidak semua yang dikatakan calon pemimpin tersebut sama 100 persen dengan para pemilih.

(Wartakotalive.com/Tribun-Medan.com)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved