Terungkap, Reaksi Ismail Haniyeh Saat Terima Kabar 3 Putra dan 4 Cucunya Dihabisi Tentara Israel
TV Al-Aqsa milik Hamas menayangkan cuplikan reaksi Haniyeh ketika menerima berita kematian 3 putra dan 4 cucunya
Serangan terhadap keluarga Haniyeh adalah pertumpahan darah terbaru dalam perang yang belum terlihat akan berakhir.
Putra-putra Ismail Haniyeh termasuk di antara tokoh-tokoh penting yang tewas dalam perang di wilayah tersebut.
Kematian tersebut mengancam akan mengganggu perundingan gencatan senjata yang dimediasi secara internasional, yang tampaknya mulai memanas dalam beberapa hari terakhir meskipun kedua belah pihak masih berbeda pendapat mengenai isu-isu utama.
Pembunuhan ini juga terjadi ketika Israel berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengubah taktik dalam perang tersebut, terutama ketika menyangkut bantuan kemanusiaan bagi orang-orang yang putus asa di Gaza.
Haniyeh mengatakan, Hamas tidak akan menyerah pada tekanan yang dilancarkan oleh serangan terhadap keluarganya.
“Musuh percaya bahwa dengan menargetkan keluarga para pemimpin, hal itu akan mendorong mereka untuk mengabaikan tuntutan rakyat kami,” ungkap Haniyeh kepada saluran satelit Al Jazeera.
“Siapa pun yang percaya bahwa menargetkan anak-anak saya akan mendorong Hamas mengubah posisinya adalah delusi," kata Haniyeh yang berada di Qatar.
Sementara itu, stasiun TV Al-Aqsa milik Hamas menayangkan cuplikan reaksi Haniyeh ketika menerima berita kematian tersebut melalui telepon seorang ajudannya.
Momen ini terjadi saat Ismail Haniyeh mengunjungi warga Palestina yang terluka dan telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Qatar.
Setelah menerima telepon tersebut, Haniyeh mengangguk, menunduk ke lantai, dan perlahan berjalan keluar ruangan.
Hamas mengatakan Hazem, Amir, dan Mohammed Haniyeh terbunuh di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza, tempat asal Ismail Haniyeh.
Kelompok militan tersebut mengatakan, tiga cucu perempuan dan seorang cucu laki-laki juga tewas, tanpa mengungkapkan usia mereka.
Bagi warga Palestina, serangan terhadap keluarga Haniyeh mengaburkan Hari Raya Idul Fitri yang sudah suram, yang mengakhiri bulan suci Ramadhan.
Warga Palestina menandai hari raya tersebut dengan mengunjungi makam orang-orang terkasih yang tewas dalam perang.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Gencatan Senjata Israel-Iran Hanya Temporer, Diprediksi Bakal Memanas Lagi |
![]() |
---|
Kloter Pemulangan WNI dari Wilayah Konflik Iran, 31 Orang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Hari Ini |
![]() |
---|
Gelombang ke-2 Evakuasi WNI dari Iran, 48 Orang Tiba di Tanah Air Lewat Bandara Soetta |
![]() |
---|
Sosok Mostafa Sadati-Armaki, Ilmuwan Nuklir Iran Terbaru yang Dibunuh Israel, Diduga Sudah Ditarget |
![]() |
---|
Harga Minyak Dunia Terancam Naik Imbas Konflik Israel-Iran, Ini Antisipasi Pemerintah Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.