Jumat, 15 Mei 2026

Banjar Lahar Dingin di Sumbar

Korban Banjir Lahan Dingin Marapi Sebut Batu Sebesar Mobil dan Motor Jebol Dinding Rumah Warga

Martias mengatakan banjir yang memporak-porandakan kampungnya berasal dari sungai di Koto Tuo.

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
TribunPadang.com/Arif RK
Bongkahan kayu besar diseret lahar dingin Marapi terlihat berjejer di Simpang Manunggal, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Tanah Datar, Senin (13/5/2024). 

TRIBUN TANGERANG.COM. PADANG- Warga Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Martias menceritakan detik-detik banjir lahar dingin menerjang kampungnya pada Sabtu (11/5/2024).

Banjir lahan dingin melanda Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (11/5/2024. Dari beberapa kabupaten, Kabupaten Agam menjadi satu di antara titik terparah.

Martias mengatakan banjir yang memporak-porandakan kampungnya berasal dari sungai di Koto Tuo.

Air lahar dingin tiba sekitar pukul 22.15 WIB dengan membawa material batu hingga pohon.

Air dengan debit sangat deras tersebut sangat keruh.

Besarnya debit air membuat warga setempat tanpa persiapan apapun hanya bisa pasrah menunggu galodo (banjir bandang) itu mendatangi rumah mereka masing-masing.

"Airnya sangat besar, sehingga meluas kemana-mana," ujarnya.

Baca juga: Di Kabupatem Tanah Datar, Warga Temukan Bagian Tubuh Korban Banjar Lahir Dingin Marapi

Air yang meluber membawa  batu hampir sebesar mobil dan motor menerobos dinding-dinding rumah warga.

Banjir bandang tersebut menghanyutkan kedai harian semi permanennya dan mobil.

Kedai itu hanyut beserta isinya yang tidak terlihat lagi puing material dan isi kedainya.

"Entahlah, puing bangunannya saja tidak ketemu lagi," ucapnya.

Beruntung fisik mobilnya masih terlihat meski sudah hampir setengah penyok, menahan batu besar yang terbawa banjir.

Nasib mujur rumah Martias masih berdiri, meski kaca-kaca pecah dan bagian dalamnya dipenuhi lumpur.

Baca juga: Data Terkini Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar: Sebanyak 41 Orang Warga Meninggal Dunia

Sekarang Martias dan keluarga hanya menyisakan pakaian di badan yang basah terendam banjir. Stok makanan sudah hampir habis.

Pengungsi Butuh MCK

Puluhan pengungsi yang berada di Posko Tanggap Bencana di SD N 08 Kubang Duo Koto Panjang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan sejumlah bantuan.

Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus mengatakan total pengungsi yang ada di posko sebanyak 74 pengungsi.

Menurut Firdaus, yang paling dibutuhkan oleh pengungsi adalah peralatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

"Yang paling dibutuhkan yaitu peralatan MCK, seperti pakaian dalam, popok, sabun mandi dan lain sebagainya," ungkapnya, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Ummi Raisa, Nenek 101 Tahun Belum Ditemukan pasca Tanah Datar Diterjang Banjir Lahar Dingin Marapi

"Hal-hal itu dibutuhkan karena banyak dari warga yang tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya ketika banjir, karena hanya bisa menyelamatkan diri," sambungnya.

Selain itu, kata Firdaus, khusus bantuan sembako, pakaian hingga alas tidur sudah banyak yang memberikan.

"Sembako, pakaian, alas tidur sudah cukup. Tapi alat-alat MCK yang masih banyak kurang, jadi kalau bisa bantuan-bantuan yang seperti itu bisa di prioritaskan saat ini," pungkasnya.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News 

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved