Sikap 6 Negara Atas Serangan Israel yang Menewaskan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran

Tewasnya Ismail Haniyeh membuat sejumlah negara mengambil sikap atas kematian pemimpin Hamas akibat serangan udara.

Editor: Joko Supriyanto
AFP
Petinggi Hamas Ismail Haniyeh dibunuh dalam serangan Israel pada Kamis (31/7/2024) 

2.Palestina

Diberitakan Al Jazeera, Rabu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pembunuhan yang dilakukan terhadap Haniyeh adalah tindakan yang pengecut dan berbahaya.

Abbas juga meminta seluruh penduduk Palestina untukk bersatu menghadapi serangan Israel.

Secara terpisah, Hamas menambahkan, tujuan penyerangan Israel adalah untuk mematahkan semangat juang mereka.

Namun, Pejabat Humas Sami Abu Zuhri mengatakan tujuan Israel itu tidak akan tercapai.

"Hamas adalah konsep dan insstitusi, bukan orang. Hamas akan terus melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukann menghiraukan mereka yang telah berkorban dan kami yakin untuk menang," tegas Zuhri.

3. Amerika Serikat

Merespons tudingan Iran yang ditujukan kepada negaranya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam pembunuhan Ismail Haniyeh.

Amerika Serikat menurutnya hingga saat ini tetap fokus mengupayakan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang berlangsung di Gaza.

"Ini adalah sesuatu yang tidak kami sadari ataupun terlibat di dalamnya. Sangat penting untuk membantu mengakhiri penderitaan warga Palestina di Gaza dan memulangkan para sandera, termasuk warga negara Amerika," ujar Blinken kepada Channel News Asia, saat berkunjung ke Singapura, Rabu.

Saat ditanya dampak pembunuhan Haniyeh, Blinken menjawab dirinya tidak bisa memberikan spekulasi. 

4. China

Pemerintah China juga ikut mengecam penyerangan dan pembunuhan terhadap Haniyeh. Diberitakan KompasTV, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengatakan tindakan tersebut sangat mengkhawatirkan.

"Kami dengan tegas menentang dan mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan, serta kami sangat khawatir tentang potensi peningkatan ketidakstabilan regional akibat insiden ini," papar Lin pada Rabu.

Ia menambahkan, Beijing saat ini juga tengah memantau sitasi di Timur Tengah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved